Profesor Mahua Choudhury dari departemen farmasi adalah orang yang mengembangkan kondom hydro gel berantioksidan. Kondom dibuat dalam upaya memerangi penyakit menular seksual terutama infeksi human immunodeficiency virus (HIV) yang saat ini angka penularannya oleh dunia terus ditekan.
"HIV adalah tantangan kesehatan global yang luar biasa dan upaya pencegahan adalah cara terbaik. Proyek yang kami lakukan ini memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa di seluruh penjuru dunia," kata Choudhury dikutip dari situs resmi Texas A&M University pada Kamis (3/12/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antioksidan yang dibenamkan dalam kondom diambil dari tanaman yang telah diteliti mampu melawan HIV. Zat akan aktif berperan apabila terjadi kerusakan pada kondom.
"Ketika ada kecelakaan atau sesuatu terjadi, antioksidan akan dilepaskan dan mencegah replikasi dari HIV," papar Choudhury.
Pemakai tak perlu khawatir kehadiran antioksidan akan memengaruhi kenikmatan bercinta karena malah zat tersebut diketahui dapat meningkatkan stimulasi fisiologis. Dengan demikian ereksi menjadi lebih lama terjaga dan kualitas bercinta secara keseluruhan akan meningkat.
Kondom diketahui sudah dikembangkan sejak tahun 2014 dengan dana dari lembaga amal Bill & Melinda Gates Foundation. Menurut Choudhury saat ini kondom tengah dalam proses pengecekan keefektifannya.
"Kami masih mencari tahu seberapa cepat antioksidan di dalam kondom dapat bekerja. Apakah akan keluar sendiri secara otomatis atau Anda harus beri tekanan," tutup Choudhury.
Baca juga: Di Kota Sukabumi, Berhubungan Seks Tanpa Kondom Didenda Rp 50 Juta (fds/up)











































