Jakarta -
Normalnya, perempuan mengalami menopause di usia sekitar 50-an tahun. Karena berbagai hal, sebagian perempuan bisa mengalaminya lebih awal.
Salah satu yang membuat gejala menopause datang lebih cepat adalah operasi pengangkatan ovarium. Perempuan dengan mutasi gen BRCA misalnya, melakukan pengangkatan ovarium untuk mengantisipasi risiko kanker. Kontroversial, tapi tetap dilakukan oleh beberapa orang termasuk oleh aktris seksi Angelina Jolie.
Di samping karena pengangkatan ovarium, 1 dari 100 perempuan juga mengalami menopause lebih dini dan 90 persen di antaranya karena sebab yang tidak diketahui. Istilah teknis untuk kondisi medis tersebut adalah primary ovarian insufficiency (POI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum dari Foxnews, Minggu (13/12/2015) berikut ini beberapa hal yang dikaitkan dengan risiko POI.
1. Keturunan
Foto: Getty Images
|
"Anda cenderung melihatnya ada di keluarga," kata Dr Shawn Tassone, seorang ahli kandungan di Amerika Serikat.Sebuah penelitian tahun 2011 menemukan bahwa pada lebih dari 20 persen kasus, perempuan dengan POI punya riwayat yang sama di keluarganya. Bisa jadi ibunya, neneknya, atau saudara perempuannya.
2. Gangguan genetik
Foto: thinkstock
|
Gen bernama FMR 1 merupakan gen yang memicu Fragile X Syndrome, yakni sejenis cacat intelektual yang diwariskan. Meski tidak mengalami sindrom tersebut, seseorang tetap bisa memiliki gen tersebut dan akibatnya bisa memicu POI. Diperkirakan 1 dari 33 perempuan dengan POI disebabkan karena gen ini.Kelainan genetik lain yang dikaitkan dengan POI adalah Sindrom Turner. Sindrom ini membuat perempuan hanya mempunyai 1 kromosom X.
3. Penyakit autoimun
Foto: thinkstock
|
Gangguan autoimun thyroiditis atau radang kelenjar tiroid juga dikaitkan dengan POI. Demikian juga dengan Addison's Disease, yakni penyakit yang membuat kelenjar adrenal tidak memproduksi cukup hormon. Pada kondisi-kondisi tersebut, sistem imun bisa menyerang indung telur.
4. Merokok
Foto: thinkstock
|
Beberapa racun bisa memicu kerusakan indung telur lebih cepat, di antaranya rokok dan pestisida. Normalnya, seorang perempuan terlahir dengan sejumlah folikel primordial, yakni semacam benih yang akan tumbuh menjadi folikel. Paparan racun membuat seorang perempuan bisa kehabisan benih tersebut lebih cepat.
5. Radiasi dan kemoterapi
Foto: thinkstock
|
Sama seperti racun lingkungan, perawatan kanker sayangnya bisa juga merusak material genetik pada sel ovarium. Namun kerusakan dipengaruhi juga oleh banyak faktor seperti jenis obat kemoterapi yang digunakan, maupun dosis radiasinya.
"Anda cenderung melihatnya ada di keluarga," kata Dr Shawn Tassone, seorang ahli kandungan di Amerika Serikat.
Sebuah penelitian tahun 2011 menemukan bahwa pada lebih dari 20 persen kasus, perempuan dengan POI punya riwayat yang sama di keluarganya. Bisa jadi ibunya, neneknya, atau saudara perempuannya.
Gen bernama FMR 1 merupakan gen yang memicu Fragile X Syndrome, yakni sejenis cacat intelektual yang diwariskan. Meski tidak mengalami sindrom tersebut, seseorang tetap bisa memiliki gen tersebut dan akibatnya bisa memicu POI. Diperkirakan 1 dari 33 perempuan dengan POI disebabkan karena gen ini.
Kelainan genetik lain yang dikaitkan dengan POI adalah Sindrom Turner. Sindrom ini membuat perempuan hanya mempunyai 1 kromosom X.
Gangguan autoimun thyroiditis atau radang kelenjar tiroid juga dikaitkan dengan POI. Demikian juga dengan Addison's Disease, yakni penyakit yang membuat kelenjar adrenal tidak memproduksi cukup hormon. Pada kondisi-kondisi tersebut, sistem imun bisa menyerang indung telur.
Beberapa racun bisa memicu kerusakan indung telur lebih cepat, di antaranya rokok dan pestisida. Normalnya, seorang perempuan terlahir dengan sejumlah folikel primordial, yakni semacam benih yang akan tumbuh menjadi folikel. Paparan racun membuat seorang perempuan bisa kehabisan benih tersebut lebih cepat.
Sama seperti racun lingkungan, perawatan kanker sayangnya bisa juga merusak material genetik pada sel ovarium. Namun kerusakan dipengaruhi juga oleh banyak faktor seperti jenis obat kemoterapi yang digunakan, maupun dosis radiasinya.
(up/up)