Jumat, 18 Des 2015 19:37 WIB

Keluar Air Seni Saat Bercinta, Bagaimana Mengatasinya?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Coital incontinence atau keluarnya air seni saat bercinta adalah problem yang sangat mengganggu. Beberapa perempuan sering mengalaminya, namun jarang mendiskusikannya.

Secara umum, ada dua jenis coital incontinence yakni yang terjadi saat penetrasi dan yang terjadi saat orgasme. Apapun jenisnya, kondisi seperti ini biasanya hanya salah satu gejala dari masalah lain pada saluran kemih. Penyebab pastinya tidak selalu diketahui.

"Pada perempuan yang rembes saat penetrasi, biasanya terkait dengan tipe incontinence yang disebut stres urinary incontinence," jelas dr Gareth Reid, seorang konsultan urologi, seperti dikutip dari Jamaicanobserver, Jumat (18/12/2015).

Baca juga: Kondom Generasi Baru, Jika Disentuh Terasa Seperti Meraba Tubuh Manusia

Pada jenis coital incontinence seperti ini, keluarnya air kencing terjadi akibat tekanan yang meningkat di sekitar perut. Jenis incontinence yang sama juga menyebabkan keluarnya sedikit air seni saat batuk, tertawa, atau bahkan saat naik tangga.

Selain karena ada tekanan di sekitar perut dan otot panggul, incontinence jenis ini juga dipicu oleh melemahnya otot-otot yang mengatur buang air kecil. Dikombinasikan dengan tekanan di sekitar panggul, maka terjadilah beser.

"Ini adalah kondisi yang sangat mengganggu. Faktanya, daru dari tiga perempuan yang mengalami stress incontinence mengeluhkan penurunan libido karena takut dan merasa malu," tambah dr Reid.

Lalu bagaimana mengatasinya? Karena penyebab pastinya tidak selalu diketahui, maka beberapa langkah berikut ini bisa dilakukan untuk mengurangi risiko keluarnya air seni.

1. Kosongkan kandung kemih, yang artinya biasakan pipis sebelum bercinta.
2. Jangan terlalu banyak minum sebelum bercinta.
3. Cari posisi bercinta yang paling nyaman untuk mengurangi tekanan di perut dan panggul.
4. Lakukan senam kegel untuk memperkuat otot panggul.
5. Kurangi berat badan.

Jenis kedua adalah coital incontinence yang terjadi saat orgasme. Sama seperti jenis pertama, incontinence jenis ini juga tidak diketahui pasti mekanismennya. Beberapa pakar malah mengaitkannya dengan fenomena squirt atau menyemburnya cairan saat perempuan mengalami orgasme.

Baca juga: Bisakah Seorang Wanita Orgasme Saat Sedang Tidur?

(up/vit)