Ingin Pulihkan Kesuburan, Ilmuwan Uji Alat Kejut Listrik Testis

Ingin Pulihkan Kesuburan, Ilmuwan Uji Alat Kejut Listrik Testis

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 20 Jan 2016 10:02 WIB
Ingin Pulihkan Kesuburan, Ilmuwan Uji Alat Kejut Listrik Testis
Foto: thinkstock
Ramat Gan - Para peneliti di Sheba Medical Center, Israel, tengah melakukan uji coba alat kejut listrik yang dirancang khusus untuk testis pria. Alat dengan dimensi sebesar telepon seluler ini diharapkan bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas sperma pria dan mengatasi kemandulan.

Ide dasarnya adalah alat bekerja dengan menggunakan arus listrik positif merangsang produksi dan konsentrasi sperma di testis yang secara natural memiliki muatan listrik negatif. Dalam studi pada binatang, mendekatkan alat ke kantung zakar sudah terbukti bisa meningkatkan jumlah konsentrasi sperma di semen antara 200-1.600 persen.

Alat bernama Micro 400 Matrix dikatakan peneliti menghasilkan arus listrik lemah sehingga tak akan terasa sakit ketika digunakan. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa aliran listrik yang lebih kuat dapat menganggu stuktur dan fungsi sperma, oleh karena itu kekuatan alat diatur untuk mencegahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ingat! Susah Punya Anak, Masalah Utamanya Tak Melulu dari Pihak Istri

Uji coba dilakukan kepada 10 pria dengan kondisi produksi sperma rendah. Para partisipan diminta untuk menggunakan alat setiap hari selama setahun lalu setelah itu peneliti akan menilai apakah jumlah dan kualitasnya cukup bagus.

Profesor Simon Fishel dari klinik CARE Fertility di Inggris mengomentari studi dan mengatakan bahwa memang masalah infertilitas (mandul) bisa juga mengenai pria. Bagi pria yang jumlah spermanya banyak belum tentu juga ia subur karena bisa jadi kualitasnya buruk.

"Ini adalah riset yang sangat menarik. Sebuah prosedur non invasif untuk membantu pasangan memiliki anak sangat diterima, tapi perlu juga penilaian hati-hati dari pasangan yang alami kemandulan," kata Fishel seperti dikutip dari Daily Mail.

Sejauh ini prosedur yang standar untuk mengatasi kemandulan akibat produksi sperma rendah adalah dengan metode inseminasi atau bayi tabung.

Baca juga: Rekam Medis Hitler Ditemukan, sang Diktator Hanya Punya Satu Testis (fds/vit)

Berita Terkait