Menurut para peneliti dari Brazil, posisi bercinta woman on top merupakan posisi yang dianggap paling berisiko bagi pria. Alasannya, jika terlalu terburu-buru atau tidak berhati-hati, bercinta dengan posisi ini dapat membuat pria berisiko mengalami fraktur penis.
Seperti dipublikasikan dalam jurnal Advances in Urology, peneliti mengungkapkan bahwa hal ini mungkin terjadi karena dalam posisi ini wanita lebih banyak memegang peran dan 'mengontrol' gerakan sepenuhnya. Ini tentu membuat pria kesulitan mengatur posisi ketika mungkin terjadi posisi yang kurang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, posisi bercinta yang dianggap paling 'aman' oleh peneliti adalah ketika pria berada di atas alias posisi misionaris. Ini karena pria sepenuhnya dapat memegang kendali dan mengatur pergerakan tanpa menyakiti dirinya sendiri.
"Ketika pria mengatur pergerakan dalam bercinta, ia memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menghentikan atau memperlambat penetrasi ketika dirasakan ada yang tak tepat. Sehingga risiko fraktur penis pun bisa dicegah," tulis para peneliti, seperti dikutip dari Independent, Minggu (28/2/2016).
Disampaikan oleh pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda, MS, insiden trauma pada penis saat bercinta umumnya disebabkan karena tidak memenuhi aturan sexual response cycle, yaitu tahapan bercinta yang dimulai dengan foreplay, lalu vagina terlubrikasi sehingga mencapai tahap excited, sampai akhirnya orgasme.
Lebih lanjut lagi, dr Andri menerangkan bahwa hubungan seks sebenarnya mencakup tiga hal. Pertama, aturan sexual response cycle tadi. Kedua, posisi bercinta sebaiknya disesuaikan dengan usia dan keadaan jasmani. Ketiga, kebugaran psikis.
"Kalau yang pertama dan kedua tadi tak sesuai bisa saja cedera. Kalau yang ketiga, kondisi psikis itu misalnya terpaksa bercinta saat lagi stres atau lagi kesal. Si suami lagi capek tapi istrinya memaksa terus untuk berhubungan, akhirnya tidak pakai foreplay langsung penetrasi, tidak ada lubrikasi jadinya iritasi," terangnya.
Bisa juga yang terjadi sebaliknya, yaitu istri yang sedang kesal. Akibatnya sewaktu bercinta gerakan pinggulnya kelewat kencang hingga akhirnya terjadilah trauma. Karena penis pada dasarnya jaringan lunak, trauma yang terjadi lebih seperti organ yang terbentur.
Baca juga: Ini Akibatnya Jika Penetrasi Dilakukan Saat Lubrikasi Miss V Belum Optimal
(ajg/up)











































