4 Hal yang Menentukan Keras Tidaknya Mr P Saat Ereksi

4 Hal yang Menentukan Keras Tidaknya Mr P Saat Ereksi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 20 Mar 2016 15:19 WIB
4 Hal yang Menentukan Keras Tidaknya Mr P Saat Ereksi
Foto: Thinkstock
Jakarta - Disfungsi ereksi adalah mimpi buruk bagi kaum lelaki di usia reproduktif. Banyak faktor yang membuat organ vitalnya tidak sekeras yang diharapkan, sehingga mengganggu fungsi seksual.

Beberapa di antaranya adalah faktor yang tidak terhindarkan, seperti penuaan. Tidak bisa dipungkiri, kehidupan seksual seorang laki-laki akan meredup saat melewati usia paruh baya.

Namun sebagian lainnya adalah faktor yang bisa dicegah. Apa sajakah itu? Di antaranya adalah sebagai berikut, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Stres

Foto: thinkstock
Banyak masalah di tempat kerja, dampaknya bisa berpengaruh pada kehidupan seksual. Saat stres, terjadi perubahan secara fisik yakni pelepasan hormon melambat. Termasuk di antaranya hormon-hormon seksual yang dibutuhkan untuk ereksi.

Selain itu, sirkulasi darah juga berkurang saat isi otak berkecamuk karena stres. Kurangnya suplai darah ke area vital akan menyulitkan terjadinya ereksi.

2. Gangguan tidur

Foto: thinkstock
Sekitar 4-9 persen laki-laki mengalami sleep apnea atau henti napas saat tidur. Berkurangnya kualitas tidur akibat kondisi ini tidak hanya membuat seseorang jadi lebih ngantukan, melainkan juga berdampak pada banyak hal. Termasuk, pada fungsi seksual kaum lelaki.

Sederhananya, bagaimana mau keras dan tahan lama kalau ngantukan?

3. Alkohol

Foto: Thinkstock
Berlebihan mengonsumsi alkohol berpengaruh pada pelepasan molekul gas nitrit oksida. Gas tersebut dibutuhkan untuk membuat jaringan corpus cavernosa di penis lebih rileks, sehingga aliran darah bisa mengalirinya dalam jumlah besar untuk bisa ereksi.

4. Usia

Foto: ts
Tubuh lelaki memproduksi testosteron, salah satu hormon seksual yang dibutuhkan untuk ereksi, secara optimal pada sekitar umur 20-an tahun. Memasuki usia 40-an tahun, produksinya menurun. Pada saat tersebut, kualitas ereksi cenderung ikut menurun.
Halaman 2 dari 5
Banyak masalah di tempat kerja, dampaknya bisa berpengaruh pada kehidupan seksual. Saat stres, terjadi perubahan secara fisik yakni pelepasan hormon melambat. Termasuk di antaranya hormon-hormon seksual yang dibutuhkan untuk ereksi.

Selain itu, sirkulasi darah juga berkurang saat isi otak berkecamuk karena stres. Kurangnya suplai darah ke area vital akan menyulitkan terjadinya ereksi.

Sekitar 4-9 persen laki-laki mengalami sleep apnea atau henti napas saat tidur. Berkurangnya kualitas tidur akibat kondisi ini tidak hanya membuat seseorang jadi lebih ngantukan, melainkan juga berdampak pada banyak hal. Termasuk, pada fungsi seksual kaum lelaki.

Sederhananya, bagaimana mau keras dan tahan lama kalau ngantukan?

Berlebihan mengonsumsi alkohol berpengaruh pada pelepasan molekul gas nitrit oksida. Gas tersebut dibutuhkan untuk membuat jaringan corpus cavernosa di penis lebih rileks, sehingga aliran darah bisa mengalirinya dalam jumlah besar untuk bisa ereksi.

Tubuh lelaki memproduksi testosteron, salah satu hormon seksual yang dibutuhkan untuk ereksi, secara optimal pada sekitar umur 20-an tahun. Memasuki usia 40-an tahun, produksinya menurun. Pada saat tersebut, kualitas ereksi cenderung ikut menurun.

(up/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads