Seorang psikolog dari University of Queensland, Dr Brendan Zietsch mengungkap hal itu dalam penelitian terbarunya. Ia meneliti 500 pasangan selama 4 pekan, dengan alat bantu berupa stopwatch.
Hasil pengamatan menunjukkan rentang durasi antara 33 detik hingga 44 menit. Dikutip dari Dailymail, Selasa (5/4/2016), rentang durasi yang mencapai 80 kali lipat ini memiliki nilai tengah atau median sebesar 5,4 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Unik, Sperma Butuh Gerakan Berbeda Saat Belok Kiri dan Kanan
Namun hasil penelitian ini juga menyisakan sejumlah tanda tanya. Soal durasi, diyakini pasangan cenderung bias dalam melakukan pencatatan sebab siapapun pasti ingin terlihat lebih tahan lama. Persoalan kedua, menggunakan stopwatch saat bercinta bukan hal yang normal dilakukan sehingga sangat mungkin mengurangi mood.
Pertanyaan lain, mengapa sebagian pasangan butuh waktu begitu lama untuk berhubungan seks? Terlepas dari kebutuhan rekreatif, secara teknis kebutuhan reproduksi seharusnya hanya penetrasi, ejakulasi, lalu selesai.
Namun sebuah eksperimen tahun 2003 mengungkap, gerakan Mr P yang keluar masuk berulang-ulang punya peran penting bagi pergerakan sperma. Tanpa didahului gerakan yang berulang seperti itu, peluang sperma untuk bergerak cepat menembus sel telur akan lebih kecil. (up/up)











































