3 Hal Soal Fantasi Seks yang Justru Bikin Kehidupan Seks Pasutri Tak Bahagia

3 Hal Soal Fantasi Seks yang Justru Bikin Kehidupan Seks Pasutri Tak Bahagia

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 01 Jul 2016 19:32 WIB
3 Hal Soal Fantasi Seks yang Justru Bikin Kehidupan Seks Pasutri Tak Bahagia
Foto: thinkstock
Jakarta - Wajar adanya jika seseorang memiliki fantasi seks. Namun dalam praktiknya, tak jarang pasangan suami istri (pasutri) menganggap bahwa fantasi seks adalah hal yang tabu.

Sehingga, ada hal-hal seputar fantasi seks yang masih dipercaya padahal justru bisa membuat kehidupan seks pasutri tidak bahagia. Apa saja? berikut paparannya seperti diungkapkan pakar hubungan Dr Lori Beth Bisbey.

Baca juga: Wow! Fantasi Seksual Bisa Menambah Gairah Bercinta Wanita

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Punya fantasi seks, berarti Anda ingin melakukan hal yang sama di kenyataan

"Memiliki khayalan tertentu soal seks bersifat manusiawi. Lagipula, tidak mesti semua fantasi seks yang dimiliki seseorang harus diwujudkan dalam kenyataan. Bahkan, beberapa orang malah menggunakan fantasi seks sebagai alat bantu mereka untuk mempercepat orgasme," tutur Bisbey kepada Your Tango.

Lagipula, lanjut Bisbey, ketika seseorang memiliki fantasi seks, tidak mungkin serta merta ia langsung berusaha mewujudkan keinginan itu. Misalnya saja ketika memiliki fantasi seks bercinta dengan publik figur, tak mungkin seseorang akan berusaha mewujudkan keinginan itu.

2. Punya fantasi seks berarti hubungan Anda tidak memuaskan

Menurut Bisbey, fantasi seks menawarkan ruang bagi seseorang untuk bersantai, mencoba ide-ide baru, dan mengeksplorasi seksualitas dengan aman. Bahkan, Bisbey yakin berbagi fantasi dengan pasangan adalah salah satu cara untuk menambah gairah bercinta.

"Jika Anda merasa canggung berbicara langsung, gunakan buku atau film untuk menyampaikan pesan itu. Atau, bacalah cerita erotis dengan suara keras. Jika Anda canggung membaca cerita erotis dengan suara keras, tinggalkan buku di tempat tidur dengan penanda buku sehingga pasangan nantinya bisa membaca bagian buku itu," tutur Bisbey.

3. Fantasi seks menunjukkan orientasi seks atau identitas gender

Bisbey mengatakan, menurut studi dari Kinsey Institute baik pria maupun wanita pernah memiliki fantasi seks yang kadang berseberangan dengan gender mereka. Bisbey pun menekankan ini hal yang normal sebab menurutnya, fantasi seks sifatnya menawarkan jalan baru untuk mengeksplorasi kehidupan seks Anda.

"Bukan berarti ketika istri punya fantasi seks soal wanita, maka orientasi seksialnya pun pada hubungan seks sesama jenis. Begitu pula pada lelaki. Sebab, fantasi pada prinsipnya adalah ruang untuk bereksperimen, berlatih, dan mengeksplorasi kehidupan seksual Anda," kata Bisbey. (rdn/up)

Berita Terkait