Kenali Vulvodynia, Nyeri Kronis yang Bisa Bikin Miss V 'Depresi'

Kenali Vulvodynia, Nyeri Kronis yang Bisa Bikin Miss V 'Depresi'

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 29 Jul 2016 19:31 WIB
Kenali Vulvodynia, Nyeri Kronis yang Bisa Bikin Miss V Depresi
Foto: thinkstock
Jakarta - Nyeri hebat yang terjadi pada vagina bisa jadi tanda wanita mengalami vulvodynia. Vagina pun kerap disebut bisa 'depresi' karena kondisi ini. Nah, sebenarnya, apa itu vulvodynia?

Maria Sophocles, MD, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus direktur medis Women's Healthcare of Princeton di New Jersey mengatakan vulvodynia adalah sindrom nyeri kronis pada vagina. Nyeri yang dialami datang tiba-tiba dan bisa bertahan dalam waktu yang lama.

"Keluhan biasa disertai sensasi terbakar, tersengat, gatal, berdenyut, bengkak, dan nyeri menyakitkan. Sayangnya, banyak peremuan bahkan tidak tahu jika dia mengalami kondisi ini. Apalagi, diagnosis cukup sulit karena saat diperiksa kondisi vagina terlihat normal," terang Ross, dikutip dari Women's Health.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ross mengatakan umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan kapas untuk memberi tekanan ke berbagai bagian vagina. Kemudian, pasien diminta memberi tahu seberapa parah rasa sakit yang timbul ketika area vagina tersebut ditekan.

Dikutip dari Web MD, meski penyebab pasti vulvodynia belum diketahui, beberapa penelitian menyebutkan kemungkinan penyebab kondisi ini di antaranya cedera atau iritasi pada saraf, respons abnormal sel vulva dalam menghadapi infeksi atau trauma, faktor genetik, hipersensitivitas terhadap infeksi ragi, kejang otot, alergi atau iritasi bahan kimia, perubahan hormon, dan penggunaan antibiotik yang tidak bijak.

Baca juga: Miss V Robek Parah Saat Melahirkan, Seorang Wanita Harus BAB Lewat Vagina

Untuk tatalaksana vulvodynia, bisa dilakukan perubahan gaya hidup. Misalnya saja menghindari kontak area vagina dengan bahan-bahan kimia, menghindari berenang di kolam dengan kandungan klorin tinggi, membasuh vagina dengan bersih setelah pipis, BAB, atau bercinta, kemudian hindari makanan yang bisa membuat urine bersifat iritatif. Contohnya sayuran hijau, berry, kacang-kacangan, dan cokelat.

Kemudian, jaga vagina tetap kering dan tidak lembab. Selain perubahan gaya hidup, konsumsi obat-obatan, terapi, bahkan operasi bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa cara juga bisa dilakukan untuk meredakan keluhan. Di antaranya menghindari aktivitas yang bisa memberi tekanan langsung pada vulva, menggunakan pelumas larut air saat bercinta, berendan di air hangat atau air dingin, mengompres vagina dengan ice gel atau es batu yang dibungkus handuk setelah bercinta, dan melakukan relaksasi.

"Pada beberapa kasus, antidepresan bisa mengatasi kondisi ini. Meskipun, belum diketahui sebab pastinya dan dosis yang digunakan lebih rendah dari dosis untuk mengatasi depresi," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Tara Allmen, MD.

Baca juga: Nyeri di Kemaluan Makin Parah Jika Perempuan Menghindari Seks


(rdn/vit)

Berita Terkait