Nah, apa saja yang musti diperhatikan saat memilih celana dalam? Menurut dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, dari D&I Skin Center, Denpasar, yang harus diperhatikan saat memilih celana kemampuan menyerap keringat.
"Selain itu yang dapat menutupi area kewanitaan dengan baik dan tidak terlalu ketat," terang pria yang akrab disapa dr Darma ini kepada detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pakai Celana Dalam Berbahan Katun, Sudah Pasti Aman?
Hal senada disampaikan dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, kepada detikhealth beberapa waktu lalu. Dikatan dia, celana dalam ketat dapat mengakibatkan banyak masalah seperti nyeri berkepanjangan di area panggul akibat penekanan yang berlebihan dan lama, infeksi jamur, bakteri hingga parasit di vagina.
Ini karena vagina memerlukan pertukaran udara untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalamnya. Nah, pemakaian celana dalam yang ketat mengakibatkan vagina tidak bisa 'bernapas' dengan leluasa.
"Pertukaran udara yang gagal ini mengakibatkan mudahnya bakteri, jamur dan parasit tumbuh di dalam vagina," ucap dr Hari.
Bagaimana jika berada dalam kondisi meminjam celana dalam orang lain? "Penggunaan celana dalam yang berganti-gantian dengan orang lain dapat berisiko menularkan kutu atau tungau seperti penyakit scabies. Walaupun celana dalam sudah dicuci dan disetrika," terang dr Darma.
Baca juga: Ini Kata Dokter Soal Celana Dalam Sekali Pakai (vit/vit)











































