Kamis, 01 Sep 2016 19:41 WIB

Ingat, Pendidikan Kesehatan Reproduksi Tak Melulu Soal Hal-hal Berbau Seksual

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pemberian pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) bisa dilakukan sejak dini, termasuk pada anak usia sekolah dasar (SD) melalui kurikulum penjagaan kesehatan reproduksi. Nah, pendidikan kespro yang diberi pun tak melulu hanya berupa anatomi tubuh atau proses reproduksi.

"Pendidikan kespro tidak melulu hal-hal berbau seksual. Kita bisa sampaikan bagaimana konsep kesehatan reproduksi, bukan sekadar anatomi atau proses gimana sperma bertemu sel telur sampai terjadi pembuahan. Pendidikan kespro ini bisa disampaikan oleh guru, tenaga kesehatan, dan orang tua," kata dr Arietta Pusponegoro SpOG(K).

Ia melanjutkan, Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dapat diintegrasikan dengan kurikulum sekolah sejak tingkat SD. Tujuannya, menanamkan bagaimana anak nantinya akan berkeluarga. Untuk upaya pemberian pendidikan kespro, orang tua seharusnya tidak lepas tangan. Sebab, menurut dr Arietta anak-anak perlu 'disentuh' karena mereka pasti butuh perhatian dari orang tuanya.

Baca juga: Remaja Rawan 'Nyasar', Kemajuan Teknologi Bisa Picu Pernikahan Dini

Hal tersebut disampaikan dr Arietta di sela-sela Seminar 'Keluarga Peduli Kesehatan Reproduksi' di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (1/9/2016). Dengan adanya pendidikan kespro, diharapkan bisa mencegah remaja melakukan perilaku seks berisiko. Kemudian, nantinya remaja mampu menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab.

"Jadi nanti saat menikah, hamil, dan punya anak tahu kapan dia hamil, kapan stop punya anak. Untuk remaja, kalau pacaran ya pacaran sehat, artinya tetap sekolah dan jangan sampai mengorbankan harga diri. Buat anak perempuan, gimana kita orang tua bisa membuat mereka bisa mengatakan no pada seks bebas. Kalau risikonya diputusin ya nggak apa-apa, cari pacar yang lain," tutur dr Arietta.

Hadir dalam kesempatan sama, kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty mengatakan kesehatan reproduksi pada prinsipnya adalah keadaan sempurna pada fisik, mental, sosial, dan spiritual seseorang, bukan hanya seputar penyakit atau kecacatan terkait sistem reproduksi. Surya mengatakan, belum semua orang mengetahui atau peduli tentang kespro.

"Padahal salah satu fungsi keluarga adalah menjalankan fungsi reproduksi yang sehat dan menghasilkan keturunan yang sehat dan berkarakter. Di keluarga pun edukasi kespro bisa dilakukan, kespro kan bagian dari kesehatan manusia juga," kata Surya.

Baca juga: Keren! Jadi Duta Genre, Remaja Ini Aktif Sosialisasikan Anti Nikah Dini


(rdn/vit)