Dua ahli kesehatan mental dari Curtin University, Perth mengungkapkan demi kesehatan mental, lakukan seks sebanyak dan sesering mungkin.
Sebab seks terbukti dapat membantu melepaskan hormon-hormon yang berperan krusial dalam meningkatkan 'kesejahteraan fisik dan mental' di otak pasangan, apalagi jika keduanya merasakan kepuasan yang sama (konsensual).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seks rutin dengan pasangan itu sifatnya positif, karena menambah koneksi pada pasangan, termasuk rasa cinta, kasih sayang dan percaya satu sama lain," ungkap salah satu peneliti, Matt Tilley kepada ScienceNetwork West Australia.
Baca juga: Jika Memang Sama Efeknya, Pilih Bercinta atau Olahraga?
Tetapi bukan berarti bisa mengabaikan rutinitas olahraga di luar itu ya. Rekan Tilley, Kevin Netto yang juga direktur lembaga riset dari School of Physiotherapy and Exercise Science menegaskan, hubungan seks memang setara dengan olahraga level sedang.
Manfaatnya mulai dari meningkatkan detak jantung, termasuk tekanan darah sistolik (saat kontraksi otot berlangsung) dan sebaliknya menurunkan tekanan darah diastolik (saat diam), serta tentu saja menghasilkan lebih banyak keringat.
"Sama persis dengan melakukan latihan kardio, asalkan kegiatan seksnya dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang panjang," tegas Netto.
Walaupun Netto tidak menyarankan untuk mengganti rutinitas olahraga dengan seks saja, setidaknya kegiatan ini mengurangi kebiasaan sedenter atau kebanyakan duduk yang sedang digandrungi masyarakat saat ini.
Tilley menambahkan, ketika pasangan rutin bercinta, hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang karena merasa mampu memuaskan pasangan.
"Namun ini hanya terjadi jika keduanya sama-sama merasakan pengalaman positif dari hubungan seks yang dilakukan. Jika tidak, ini bisa berantakan," pungkasnya seperti dikutip dari The Sun, Minggu (4/9/2016).
Baca juga: Ini Hubungannya Kesehatan Otak dengan Kehidupan Seksual (lll/up)











































