Menurut pakar seks Mike Hatcher, kebanyakan orang berpikir ketika pria mengalami orgasme, maka saat itu juga terjadi ejakulasi air mani. Padahal, orgasme dan ejakulasi adalah dua proses yang terpisah. Meski, pada sebagian besar pria, ejakulasi memang terjadi berdekatan dengan orgasme.
"Sehingga, secara otomatis orang akan menganggap bahwa dua proses itu terjadi secara bersamaan. Padahal, pria bisa mengalami orgasme tanpa mengalami ejakulasi. Kondisi inilah yang disebut dengan orgasme kering. Sebaliknya, pria bisa ejakulasi tanpa orgasme. Contohnya ketika pria mengalami mimpi basah," terang Hatcher.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Meski Terlihat 'Malas', Posisi Bercinta Seperti Ini Patut Dicoba Pria
Selama periode refrakter, pria tidak bisa mengalami orgasme. Nah, ketika pria ejakulasi setelah orgasme, periode refrakter yang dialami bisa lebih lama. Sehingga, ketika pria orgasme tanpa mengalami ejakulasi, ia bisa mencapai beberapa kali orgasme dalam waktu tertentu, dengan reaksi tubuh seperti gemetar.
"Beberapa pria juga bisa mencapai orgasme dengan adanya stimulasi langsung dari kelenjar prostat. Ketika prostat diremas, bisa keluar cairan bening di penis dan orgasme yang dirasakan amat intens dan cepat. Tetapi, ketika rangsangan pada prostat menghasilkan orgasme yang tidak terlalu intens, pria masih bisa merasakan orgasme dalam waktu lebih lama," kata Hatcher.
Menurut Hatcher, pria juga memiliki g-spot yang terletak 2 cm di dalam anus. Untuk itu, jika berkenan, tak ada salahnya istri memberi rangsangan di area itu. Hal terpenting, lanjut Hatcher, adalah bagaimana pria bisa menikmati sesi bercintanya. Sebab, organ seksual paling penting adalah otak.
Baca juga: Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Pria Malas Bercinta (rdn/vit)











































