Diungkapkan Alexandra Katehakis, M.F.T, direktur klinis Center for Healthy Sex di Los Angeles, anoreksia seksual merupakan konsep yang mengacu pada penghindaran secara kompulsif pada kebutuhan seksual dan keintiman. Sama seperti anoreksia makanan, anoreksia seksual membuat seseorang menolak hal-hal berbau seksual.
"Hal itu dilakukan untuk menghindari perasaan kacau, gelisah, dan trauma. Pada orang dengan anoreksia seksual, mereka menyangkal pada kesenangan dari sebuah hubungan, kencan, sentuhan, cinta, dan hubungan yang tulus dengan orang lain," kata Katehakis, dikutip dari Psychology Today.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 4 Masalah yang Bisa Membuat Wanita Trauma Bercinta
"Selain itu, pola asuh yang terlalu mengekang juga bisa membuat seseorang terlalu takut dan 'kaku' dalam menyikapi hal-hal berbau seksual," kata Katehakir.
Dilansir Healthline, gejala utama anoreksia seksual adalah berkurangnya hasrat seks. Selain itu, seseorang juga bisa merasa takut atau marah ketika subjek seksual muncul. Nah, seseorang dengan kondisi ini bisa terobsesi untuk menghindari seks.
Faktor fisik yang bisa memicu kondisi ini adalah ketidakseimbangan hormon, baru melahirkan, menyusui, penggunaan obat-obatan, dan kelelahan. Sementara, faktor psikis yang dapat memicu yakni pengalaman seksual yang buruk, sikap negatif terhadap seks, serta adanya masalah dengan pasangan.
Jika memang penyebabnya adalah faktor fisik, maka pengobatan anoreksia seksual dilakukan dengan pemberian obat atau terapi hormon. Namun, jika faktor psikis dianggap lebih menyebabkan kondisi ini, maka konseling dan terapi psikologi bisa dilakukan.
Baca juga: Hati-hati, Terlalu 'Tertekan' Saat Bercinta Bisa Bikin Mr P Bengkok
(rdn/vit)











































