Sabtu, 29 Okt 2016 15:05 WIB

Ketika Disfungsi Ereksi Bukan Sekadar Masalah Kesehatan Seksual

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Getty Images
Jakarta - Disfungsi ereksi yang dialami pria bukanlah sekadar masalah kesehatan seksual. Pakar mengatakan disfungsi ereksi yang dialami pria juga menyangkut kesehatan secara luas.

Professor Doug Lording, ahli andrologi dan endokrinologi kenamaan asal Australia, mengatakan disfungsi ereksi adalah masalah kronis bagi kesehatan pria. Bahkan, sebuah riset menunjukkan risiko seseorang mengalami disfungsi ereksi berkisar di angka 61 persen ketika sudah berusia di atas 45 tahun.

"Anda bisa saja menolak mengakuinya, dan bergantung pada pil dan obat-obatan yang dijual bebas di internet atau toko obat yang tidak bersertifikat. Sayangnya, hampir 80 persen obat-obat tersebut tidak aman, entah palsu atau malah tidak memiliki efek sama sekali," tutur Prof Lording, dikutip dari ABC Australia.

Baca juga: Mr Happy Susah Ereksi? Tenang, Aerobik Bisa Memperbaikinya

Ia mengatakan disfungsi ereksi memang melukai ego seorang pria. Pergi berobat ke dokter dan mengakui bahwa organ intimnya tak bisa lagi beroperasi dengan normal tentunya membuat seseorang merasa malu, bahkan sakit hati dan menyalahkan pasangan.

Padahal, Prof Lording mengatakan disfungsi ereksi tidak terbatas hanya masalah di ranjang. Disfungsi ereksi juga merupakan penanda adanya penyakit tidak menular kronis yang menyerang sistem organ dalam tubuh Anda.

Ia mengatakan disfungsi ereksi merupakan salah satu gejala utama dari penyakit metabolik seperti diabetes melitus, hipertensi dan kolesterol tinggi. Disfungsi ereksi juga bisa jadi penanda bahwa gaya hidup seseorang tidak sehat, yang bisa berujung pada gangguan kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung.

"Disfungsi ereksi bisa dimulai sejak usia 30-an, 40-an atau 50-an tergantung gaya hidup Anda. Namun masalah ereksi, sekecil apapun itu, bisa menandakan adanya masalah kesehatan pada diri Anda, dan harus diperiksa lebih lanjut," tambahnya lagi.

Beberapa klinik dan rumah sakit sudah menyediakan konsultasi via telepon jika seseorang merasa malu untuk pergi ke dokter. Meski begitu, pergi ke rumah sakit dan menemui dokter memiliki manfaat yang lebih banyak, bukan hanya untuk pasien tapi juga pasangan dan keluarga.

"Itulah mengapa penting bagi pria untuk segera pergi ke dokter ketika merasa ereksi mereka sudah tak normal, tidak selama dan sekuat dulu, atau bahkan tidak bisa ereksi sama sekali," ungkapnya.

Baca juga: Pengantin Baru Resah karena Tak Tahan Lama di Ranjang? Simak Kata Dokter (mrs/vit)