4 Mitos yang Masih Dipercaya Tapi Justru Kacaukan Kehidupan Seks Pasutri

4 Mitos yang Masih Dipercaya Tapi Justru Kacaukan Kehidupan Seks Pasutri

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 09 Nov 2016 19:36 WIB
4 Mitos yang Masih Dipercaya Tapi Justru Kacaukan Kehidupan Seks Pasutri
Foto: thinkstock
Jakarta - Di masyarakat, terdapat banyak mitos yang sayangnya, masih dipercaya sampai saat ini. Padahal, dengan dipercayanya mitos tersebut, kehidupan seseorang bisa terganggu, termasuk kehidupan seksualnya.

Untuk itu, tengok lagi berbagai mitos soal seks yang jika dipercaya justru dapat mengacaukan kehidupan seksual pasangan suami istri (pasutri). Apa saja?

Baca juga: Ini Arti Fantasi Seks yang Dimiliki Seseorang, Anda Termasuk yang Mana?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Seks yang luar biasa harus dilakukan spontan

Foto: thinkstock
Konselor kesehatan seksual dan perkawinan, Jane Bintz mengatakan seks spontan dan menghasilkan seks yang luar biasa bisa saja terjadi di awal-awal pernikahan. Namun, ketika sudah berumah tangga lebih lama, umumnya pasutri tak memiliki waktu untuk melakukan seks secara spontan.

"Sehingga, ketika Anda melakukan seks yang terencana, itu juga bisa membuat hubungan ranjang Anda luar biasa. Jadi, jangan terlalu memaksakan diri bahwa Anda harus melakukan hubungan seks dadakan hanya karena termakan mitos tersebut," tutur Bintz kepada Your Tango.

2. Hubungan seks harus berlangsung berjam-jam

Foto: thinkstock
"Hubungan seks yang terjadi selama berjam-jam mungkin hanya terjadi di film porno. Pada kenyataannya, penetrasi selama 5 sampai 7 menit saja sudah termasuk cukup dan normal," kata Bintz.

Sehingga, ketika disebutkan wanita butuh waktu 20 menit untuk mencapai orgasme, itu artinya sekitar 13 sampai 15 menit digunakan untuk foreplay. Ingat, foreplay penting untuk pelumasan vagina yang menentukan kenyamanan wanita saat bercinta.

3. Tidak orgasme, artinya hubungan seks tidak baik

Foto: Thinkstock
Bintz menegaskan semua orang pernah tidak mengalami orgasme setiap bercinta. Nah, harapan untuk selalu mencapai orgasme dia katakan sering mengarah ke kekecewaan dan tekanan yang tidak perlu.

Sebab, seks bukanlah tentang orgasme melainkan koneksi antara Anda berdua. Sehingga, ketika tidak bisa mencapai orgasme bukan berarti hubungan seks Anda buruk.

"Bahkan banyak pasutri yang melakukan hubungan seks menyenangkan tanpa orgasme. Sebab, mereka bisa tetap mencurahkan kasih sayang dan makin intim meski tidak mencapai orgasme," kata Bintz.

4. Tak perlu katakan problem seksual Anda

Foto: Thinkstock
Bintz menegaskan, pasangan bukanlah orang yang bisa membaca pikiran Anda. Sehingga, tak tepat jika suami atau istri hanya diam saja dan menganggap pasangannya sudah tahu ketika ada probelm seksual yang mereka alami.

Untuk itu, Bintz menekankan pentingnya komunikasi di antara pasangan. Dengan komunikasi, akan tercipta keterbukaan dan diskusi yang sehat untuk Anda berdua dalam menghadapi masalah seksual yang dialami.
Halaman 2 dari 5
Konselor kesehatan seksual dan perkawinan, Jane Bintz mengatakan seks spontan dan menghasilkan seks yang luar biasa bisa saja terjadi di awal-awal pernikahan. Namun, ketika sudah berumah tangga lebih lama, umumnya pasutri tak memiliki waktu untuk melakukan seks secara spontan.

"Sehingga, ketika Anda melakukan seks yang terencana, itu juga bisa membuat hubungan ranjang Anda luar biasa. Jadi, jangan terlalu memaksakan diri bahwa Anda harus melakukan hubungan seks dadakan hanya karena termakan mitos tersebut," tutur Bintz kepada Your Tango.

"Hubungan seks yang terjadi selama berjam-jam mungkin hanya terjadi di film porno. Pada kenyataannya, penetrasi selama 5 sampai 7 menit saja sudah termasuk cukup dan normal," kata Bintz.

Sehingga, ketika disebutkan wanita butuh waktu 20 menit untuk mencapai orgasme, itu artinya sekitar 13 sampai 15 menit digunakan untuk foreplay. Ingat, foreplay penting untuk pelumasan vagina yang menentukan kenyamanan wanita saat bercinta.

Bintz menegaskan semua orang pernah tidak mengalami orgasme setiap bercinta. Nah, harapan untuk selalu mencapai orgasme dia katakan sering mengarah ke kekecewaan dan tekanan yang tidak perlu.

Sebab, seks bukanlah tentang orgasme melainkan koneksi antara Anda berdua. Sehingga, ketika tidak bisa mencapai orgasme bukan berarti hubungan seks Anda buruk.

"Bahkan banyak pasutri yang melakukan hubungan seks menyenangkan tanpa orgasme. Sebab, mereka bisa tetap mencurahkan kasih sayang dan makin intim meski tidak mencapai orgasme," kata Bintz.

Bintz menegaskan, pasangan bukanlah orang yang bisa membaca pikiran Anda. Sehingga, tak tepat jika suami atau istri hanya diam saja dan menganggap pasangannya sudah tahu ketika ada probelm seksual yang mereka alami.

Untuk itu, Bintz menekankan pentingnya komunikasi di antara pasangan. Dengan komunikasi, akan tercipta keterbukaan dan diskusi yang sehat untuk Anda berdua dalam menghadapi masalah seksual yang dialami.

(rdn/vit)

Berita Terkait