Selain terapi dan konsumsi obat, ada satu alternatif yang dikembangkan peneliti untuk mengatasi disfungsi ereksi. Bentuknya implan yang dipasangkan ke dalam batang penis.
Saat dipasangkan, tim dokter akan membuat irisan di bagian dasar penis untuk kemudian menanam implan sepanjang 20 cm tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara mengaktifkannya adalah dengan sebuah remote control. Remote control ini berfungsi mengalirkan panas ke implan tadi agar alatnya 'menyala'. Begitu 'menyala', alat ini akan mendorong terjadinya ereksi hanya dalam waktu dua menit saja. Demikian seperti dilaporkan The Sun.
Temuan ini diklaim cocok digunakan oleh mereka yang menderita disfungsi ereksi namun tak bisa merespons pengobatan seperti Viagra.
Setidaknya cara ini bisa menggantikan satu-satunya opsi untuk mengatasi disfungsi ereksi yang tersedia, yaitu pompa penis. Penis pompa dianggap menghasilkan ereksi yang tidak sealami penis sebenarnya.
Tetapi implan ini diklaim lebih mudah digunakan dan lebih cepat terlihat hasilnya daripada pompa penis. "Ereksi yang dihasilkan juga bisa bertahan cukup lama untuk melakukan hubungan seks. Dan ketika selesai digunakan, Anda tinggal mendinginkannya dengan kain basah," kata ketua tim peneliti yang mengembangkan implan ini, Dr Brian Le dari University of Wisconsin.
Namun Le mengatakan, implannya ini baru berupa purwarupa yang akan diujicobakan pada hewan. Bila berhasil, baru selanjutnya akan dikembangkan untuk manusia, diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga: Disfungsi Ereksi Akibat Kencing Manis, Bisakah Dipulihkan Lagi?
dr Dimas Tri Prasetyo dari Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengungkapkan, disfungsi ereksi tak melulu bisa dipulihkan hanya dengan terapi atau obat-obatan, karena harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya.
Ada dua jenis faktor penyebab disfungsi ereksi, yaitu faktor organik seperti diabetes, konsumsi rokok dan penyalahgunaan alkohol; ataupun faktor psikis. "Dari hasil riset kita profil lebih banyak yang karena organik, sekitar 60 persen, sisanya karena faktor psikis," katanya seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.
Jika sudah ketahuan karena faktor organik, maka obat-obatan mungkin bisa membantu. Tetapi hal ini tidak akan berguna jika pemicunya adalah faktor psikis.
Baca juga: 5 Penyakit yang Bisa Berhubungan dengan Disfungsi Ereksi (lll/up)











































