Pada Laki-laki, Klimaks Terlalu Cepat Tak Selalu Berarti Ejakulasi Dini

Pada Laki-laki, Klimaks Terlalu Cepat Tak Selalu Berarti Ejakulasi Dini

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 21 Des 2016 08:00 WIB
Pada Laki-laki, Klimaks Terlalu Cepat Tak Selalu Berarti Ejakulasi Dini
Foto: thinkstock
Jakarta - Banyak wanita percaya jika suami lebih cepat klimaks maka sebenarnya mereka terlalu sering 'bermain' seorang diri. Padahal ini tidak berarti demikian.

Sejatinya yang berlaku adalah sebaliknya. Alasan utama seorang pria bisa klimaks terlalu cepat adalah karena mereka 'gembira' sehingga terlalu bersemangat.

Biasanya hal ini terjadi ketika seorang pria mencoba hal baru saat bercinta, entah itu terkait pasangannya, atau menggunakan posisi seks yang belum pernah dipakai sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip dari Your Tango, pada dasarnya pria memiliki hasrat terpendam yang berupa energi dalam jumlah besar. Ketika seks tak dapat dilakukan setiap hari, misalnya, maka energi ini akan tertahan.

Namun ketika akhirnya bisa tersalurkan, yang terjadi adalah energi yang menumpuk tadi seolah-olah 'meledak' dengan cepat. Bahkan tak semua pria bisa menahan cukup lama meski hanya untuk foreplay atau pemanasan.

Pada pasangan yang baru menikah, misalkan, sang suami biasanya akan mencoba agar bisa tahan lama untuk mendapatkan hati istri yang baru dinikahinya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, durasi seks yang dilakukan pria juga berubah. Bukan berarti mereka bosan, tetapi mungkin durasinya tidak selama saat masih baru menikah.

Baca juga: Posisi Bercinta Seperti Ini Bisa Membuat Cepat Orgasme

Lain halnya jika seorang pria terus-menerus klimaks terlalu cepat atau kurang dari dua menit. Ini bisa jadi sebuah masalah kesehatan atau yang biasa disebut ejakulasi dini.

Pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda, MS pernah menjelaskan bahawa pria yang baru menikah seringkali mengalami ejakulasi yang terburu-buru seperti ini. Tetapi bukan berarti itu dapat dikategorikan sebagai ejakulasi dini (ED). "Pasangan pemula (newcomer) perlu latihan hingga bisa handal dalam hubungan intim," katanya seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Jikalau memang ejakulasi dini, dokter harus menentukan apa penyebabnya terlebih dahulu. dr Andri menjelaskan, pemicu ejakulasi dini ada dua, yaitu bisa karena masalah psikis maupun fisik.

"Penyebab psikis ialah kebiasaan ingin mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa. Penyebab fisik berkaitan dengan fungsi serotonin, yang bila kadarnya rendah akan membuat pria cepat ejakulasi," urainya.

Baca juga: Kerap Ejakulasi Dini? Siasati Saat Bercinta dengan Langkah Ini


(lll/up)

Berita Terkait