Namun tidak semua orang menyadari bahwa 1 dari 3 pasangan yang sulit memiliki keturunan disebabkan karena faktor suami. Tidak seperti anggapan awam selama ini yang seringkali menuding penyebab kemandulan adalah pada pihak istri.
"Pada dasarnya jumlah sperma yang normal pada pria dewasa ini terus menurun dalam beberapa dekade," tutur Ajay Nangia, MBBS, ahli urologi dari University of Kansas Medical Center.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Laki-laki yang Tak Banyak Memproduksi Sperma Lebih Rentan Diabetes
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Kurang tidur identik dengan penurunan produksi hormon testosterone yang berperan penting dalam menghasilkan sperma. Tetapi kata peneliti, kebanyakan tidur juga tidak baik lho. Mereka yang tidur lebih dari 9 jam juga mengalami penurunan tingkat kesuburan.
2. Jarang makan ikan
|
Foto: Getty Images/BuzzFeed
|
Sebaliknya, pria yang kebanyakan makan daging mempunyai jumlah sperma terendah dan jumlah sperma yang abnormal terbanyak dibandingkan yang paling sedikit makan daging.
Seperti halnya kurang tidur, konsumsi daging menurunkan jumlah testosterone yang dihasilkan tubuh pria, sedangkan asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan meningkatkan pembentukan jumlah sperma yang lebih sehat.
3. Minum soda
|
Foto: iStock
|
Perlu dipahami bahwa soda adalah gula. Jika dikonsumsi secara berlebihan, akan mengakibatkan resistensi insulin. Bila dibiarkan, ini akan memicu peradangan yang kemudian mengganggu pergerakan sperma.
Selain itu, konsumsi soda memicu penumpukan lemak. Nangia mengatakan, banyaknya lemak di tubuh juga memompa testosterone lebih sedikit. Apalagi jika penumpukan lemaknya terjadi di sekitar paha, maka ini akan menaikkan suhu di dalam skrotum atau buah zakar sehingga menghasilkan sperma yang tidak ideal.
4. Alkohol
|
Foto: Thinkstock
|
"Alkohol itu racun sebab minuman ini juga bisa menurunkan jumlah testosterone yang kemudian mengganggu produksi benih Anda," tegas Nangia.
5. Mengantongi ponsel
|
Foto: smartphone
|
Lagipula panas yang keluar dari ponsel juga bisa meningkatkan suhu di dalam buah zakar, sehingga mengganggu produksi sperma. "Bukan berarti Anda harus menjauh, tetapi usahakan tidak dikantongi di celana setiap hari, tetapi ditaruh di jaket atau tas saja," saran Nangia.
6. Stres
|
Foto: thinkstock
|
"Terlalu banyak beban pikiran akan mengganggu kinerja hormon reproduksi, atau malah memicu pembentukan protein-protein peradangan yang dapat merusak sperma," jelas Nangia.
Nangia menambahkan, apapun yang Anda makan sebenarnya tidak berdampak lebih buruk dari stres. Untuk itu pria harus punya cara untuk menghindari stres, semisal membicarakan dengan pasangan atau berolahraga.
Halaman 2 dari 7
