Lakukan Hal Ini Agar Terhindar dari Mr P Berbau Tak Sedap

Lakukan Hal Ini Agar Terhindar dari Mr P Berbau Tak Sedap

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 14 Mar 2017 19:33 WIB
Lakukan Hal Ini Agar Terhindar dari Mr P Berbau Tak Sedap
Foto: thinkstock
Jakarta - Bau tak sedap di penis bisa bikin pria tak percaya diri. Nah, bagi para pria, agar terhindar dari Mr P berbau tidak sedap, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

"Bau tak sedap rentan terjadi pada pria yang tidak disunat. Sebab, bakteri dan jamur rentan tumbuh di bawah kulit kulup penis," kata Dr David Shusterman, pendiri dan direktur medis NY Urology, dikutip dari Ask Men.

Ia menambahkan, umumnya penis tidak akan berbau setelah mandi. Untuk itu, Anda bisa melakukan tes bau. Caranya, setelah penis dikeringkan, sentuh penis dengan tangan kemudian cium tangan Anda, jika kemudian tercium bau tak sedap pada penis, Shusterman menyarankan Anda segera cek ke urolog.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan para pria agar terhindar dari penis berbau tidak sedap.

Baca juga: Ukuran Penis Pengaruhi Kepuasan Seks Pasutri? Ini Jawaban Pakar

1. Jaga penis tetap kering

Foto: thinkstock
"Setelah mandi, pastikan Anda sudah mengeringkan penis. Kemudian, hindari penggunaan celana dalam yang ketat. Sebab, itu akan menimbulkan kondisi lembap sepanjang hari," kata Shusterman.

Jika Anda berolahraga, setelahnya usahakan mandi. Sebab, endapan keringat yang tak segera dibersihkan bisa menimbulkan lingkungan yang lembap dan baik bagi bakteri untuk berkembang biak.

2. Bersihkan smegma

Foto: thinkstock
Dengan rutin, bersihkan smegma atau 'kotoran' pada area genitalia. Smegma berbentuk seperti krim atau keju berwarna putih yang ada di daerah genitalia. Pada laki-laki, smegma biasanya terbentuk di kepala penis (glans penis) dan di balik kulup (prepusium), pada pria yang tidak disunat.

3. Basuh penis dengan baik

Foto: Thinkstock
Setelah beraktivitas seharian, pastinya banyak kotoran dan endapan keringat yang tersisa di area vital. Untuk itu, penting membasuh dengan bersih area penis menggunakan sabun, tapi bukan sabun antibakteri.

"Sabun antibakteri justru bisa membuat kulit terlalu kering. Atau, cukup gunakan air bersih asalkan seluruh area terjangkau saat dibersihkan," kata pakar hubungan Antonia Hall.

4. Lakukan tes IMS dan periksa kesehatan Anda

Foto: thinkstock
Sumber lain bau tak sedap pada penis adalah infeksi menular seksual. Jika Anda pernah melakukan hubungan seks yang tidak aman, baiknya segera lakukan tes setidaknya setiap 6 bulan sekali, demikian disampaikan Shusterman.

Sementara, pakar kesehatan seksual Nina Helms mengatakan apa yang pria konsumsi pasti berpengaruh pada aroma tubuhnya, termasuk bau pada penis. Merokok, konsumsi alkohol, menjalani diet yang tidak tepat bisa memicu bau tak sedap, termasuk pada penis.

5. Pangkas rambut kemaluan

Foto: thinkstock
Rambut kemaluan yang lebat memicu terciptanya lingkungan di area genital yang panas dan lembap. Sudah pasti, kondisi ini membuat jamur maupun bakteri nyaman untuk 'bersemayam' di sana bahkan berkembang biak.

"Anda tidak perlu mencukur habis rambut kemaluan. Cukup pangkas dan rapikan, itu akan membawa perubahan besar," tutur Hall.
Halaman 2 dari 6
"Setelah mandi, pastikan Anda sudah mengeringkan penis. Kemudian, hindari penggunaan celana dalam yang ketat. Sebab, itu akan menimbulkan kondisi lembap sepanjang hari," kata Shusterman.

Jika Anda berolahraga, setelahnya usahakan mandi. Sebab, endapan keringat yang tak segera dibersihkan bisa menimbulkan lingkungan yang lembap dan baik bagi bakteri untuk berkembang biak.

Dengan rutin, bersihkan smegma atau 'kotoran' pada area genitalia. Smegma berbentuk seperti krim atau keju berwarna putih yang ada di daerah genitalia. Pada laki-laki, smegma biasanya terbentuk di kepala penis (glans penis) dan di balik kulup (prepusium), pada pria yang tidak disunat.

Setelah beraktivitas seharian, pastinya banyak kotoran dan endapan keringat yang tersisa di area vital. Untuk itu, penting membasuh dengan bersih area penis menggunakan sabun, tapi bukan sabun antibakteri.

"Sabun antibakteri justru bisa membuat kulit terlalu kering. Atau, cukup gunakan air bersih asalkan seluruh area terjangkau saat dibersihkan," kata pakar hubungan Antonia Hall.

Sumber lain bau tak sedap pada penis adalah infeksi menular seksual. Jika Anda pernah melakukan hubungan seks yang tidak aman, baiknya segera lakukan tes setidaknya setiap 6 bulan sekali, demikian disampaikan Shusterman.

Sementara, pakar kesehatan seksual Nina Helms mengatakan apa yang pria konsumsi pasti berpengaruh pada aroma tubuhnya, termasuk bau pada penis. Merokok, konsumsi alkohol, menjalani diet yang tidak tepat bisa memicu bau tak sedap, termasuk pada penis.

Rambut kemaluan yang lebat memicu terciptanya lingkungan di area genital yang panas dan lembap. Sudah pasti, kondisi ini membuat jamur maupun bakteri nyaman untuk 'bersemayam' di sana bahkan berkembang biak.

"Anda tidak perlu mencukur habis rambut kemaluan. Cukup pangkas dan rapikan, itu akan membawa perubahan besar," tutur Hall.

(rdn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads