"Ada bukti anekdotal bahwa PCD bukan hal yang langka baik pada laki-laki maupun perempuan," kata Robert Schweitzer, peneliti dari Queensland University of Technology.
Bersama tim penelitinya, Schweitzer tengah menginvestigasi seberapa sering PCD dialami oleh pasangan di Australia. Selama ini, keluhan tersebut lebih banyak dilaporkan terjadi pada perempuan saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bukannya Gembira, Sebagian Wanita Justru Mengharu-biru Selepas Bercinta
Dalam beberapa tahun terakhir, Schweitzer juga mendengar sejumlah keluhan serupa dari pasien laki-laki. Mereka mengalami depresi yang dalam hingga berjam-jam setelah berhubungan seks.
"Ada rentang lebar terkait respons dalam periode sesaat setelah aktiitas seksual, yang dikenal sebagai fase resolusi," kata Schweitzer, dikutip dari Sciencealert.
Pada fase tersebut, sebagian orang lebih suka berpelukan. Sebagian lainnya lebih suka menyendiri, dan ada sebagian yang mengalami post sex blues, yang dirasakan sebagai rasa sedih.
Baca juga: Mendadak Sakit Kepala Saat Bercinta, Mungkin Ini Penyebabnya (up/up)











































