Posisi Selain Misionaris yang Bikin Bercinta Tetap 'Panas' (2)

Posisi Selain Misionaris yang Bikin Bercinta Tetap 'Panas' (2)

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Senin, 20 Mar 2017 19:35 WIB
Posisi Selain Misionaris yang Bikin Bercinta Tetap Panas (2)
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Meski bisa jadi posisi bercinta favorit, bukan tak mungkin misionaris memicu rasa bosan pasutri saat bercinta. Jika itu yang Anda rasakan, tak ada salahnya Anda menjajal alternatif posisi yang cukup mudah dilakukan.

"Tak perlu modifikasi yang terlalu rumit. Anda tak perlu melakukan gerakan akrobatik atau gerakan yang butuh kemampuan khusus. Sedikit perubahan sederhana saja sudah bisa membuat perubahan dalam kegiatan bercinta," tutur pakar seks Dr Kat Van Kirk PhD.

Nah, berikut ini posisi-posisi alternatif selain misionaris yang bisa diterapkan ketika bercinta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ini Dia 5 'Kode' Bercinta Para Istri


1. Sitting pretty

Foto: ilustrasi/thinkstock
Di posisi ini, Anda perlu duduk di pangkuan suami. Hanya saja, Anda dalam posisi membelakangi suami. Di posisi ini, istri bisa agak menjauhkan posisi tubuhnya dan memberi stimulasi untuk dirinya.

"Suami bisa membantu memberi stimulasi lain ke tubuh istri. Meski istri membelakangi istri, keintiman juga bisa tercipta misalnya dengan saling peluk," tutur Kirk kepada Prevention.

2. Legs for days

Foto: thinkstock
Posisi ini, kata Kirk cocok diterapkan ketika Anda ingin perspektif baru dari tubuh masing-masing pasangan. Caranya, istri tengkurap kemudian suami berbaring di atasnya. Namun, posisi wajah suami berada di bagian kaki istri.

Saat penetrasi dilakukan, Kirk mengatakan suami bisa sambil membelai kaki atau bahkan mencium lembut bagian kaki istri. Kadang kala, kaki juga bisa menjadi zona erotis wanita yang ampuh membangkitkan gairahnya.

3. Seashell

Foto: ilustrasi/thinkstock
Pada posisi ini, istri perlu berbaring dan mengangkat kakinya. Tapi, kaki istri tidak ditaruh di bahu suami melainkan hanya didekatkan ke dada suami. Jika memungkinkan, istri juga bisa mengangkat kakinya di atas kepala.

"Ini bisa dilakukan jika Anda berdua hendak merasakan penetrasi yang amat dalam," ujar Kirk.

4. Standing ovation

Foto: thinkstock
Di sini, suami berada di posisi berdiri. Memang, dibutuhkan kekuatan tubuh suami karena istri perlu berada di posisi seperti sedang digendong sang suami selama penetrasi dilakukan. Agar lebih kuat, istri bisa melingkarkan kakinya ke pinggang suami.

Alternatif melakukan posisi standing ovation yakni suami mendorong istri ke tembok sehingga istri bersandar pada tembok sehingga beban suami saat menyangga tubuh istri jadi tak terlalu berat.

5. Stairmaster

Foto: ilustrasi/thinkstock
Posisi ini bisa dilakukan ketika ada tangga untuk naik ke lantai atas di rumah Anda. Istri hanya perlu berlutut dengan bertumpu pada anak tangga atau tangan berpegangan di pinggir tangga. Kemudian, sambil berlutut, suami bisa melakukan penetrasi.

"Ini mirip dengan posisi doggy style dan dengan memanfaatkan tangga di rumah, Anda bisa mendapat pengalaman yang menarik dan tak membosankan ketimbang hanya menerapkan posisi misionaris," kata Kirk.

Halaman 2 dari 6
Di posisi ini, Anda perlu duduk di pangkuan suami. Hanya saja, Anda dalam posisi membelakangi suami. Di posisi ini, istri bisa agak menjauhkan posisi tubuhnya dan memberi stimulasi untuk dirinya.

"Suami bisa membantu memberi stimulasi lain ke tubuh istri. Meski istri membelakangi istri, keintiman juga bisa tercipta misalnya dengan saling peluk," tutur Kirk kepada Prevention.

Posisi ini, kata Kirk cocok diterapkan ketika Anda ingin perspektif baru dari tubuh masing-masing pasangan. Caranya, istri tengkurap kemudian suami berbaring di atasnya. Namun, posisi wajah suami berada di bagian kaki istri.

Saat penetrasi dilakukan, Kirk mengatakan suami bisa sambil membelai kaki atau bahkan mencium lembut bagian kaki istri. Kadang kala, kaki juga bisa menjadi zona erotis wanita yang ampuh membangkitkan gairahnya.

Pada posisi ini, istri perlu berbaring dan mengangkat kakinya. Tapi, kaki istri tidak ditaruh di bahu suami melainkan hanya didekatkan ke dada suami. Jika memungkinkan, istri juga bisa mengangkat kakinya di atas kepala.

"Ini bisa dilakukan jika Anda berdua hendak merasakan penetrasi yang amat dalam," ujar Kirk.

Di sini, suami berada di posisi berdiri. Memang, dibutuhkan kekuatan tubuh suami karena istri perlu berada di posisi seperti sedang digendong sang suami selama penetrasi dilakukan. Agar lebih kuat, istri bisa melingkarkan kakinya ke pinggang suami.

Alternatif melakukan posisi standing ovation yakni suami mendorong istri ke tembok sehingga istri bersandar pada tembok sehingga beban suami saat menyangga tubuh istri jadi tak terlalu berat.

Posisi ini bisa dilakukan ketika ada tangga untuk naik ke lantai atas di rumah Anda. Istri hanya perlu berlutut dengan bertumpu pada anak tangga atau tangan berpegangan di pinggir tangga. Kemudian, sambil berlutut, suami bisa melakukan penetrasi.

"Ini mirip dengan posisi doggy style dan dengan memanfaatkan tangga di rumah, Anda bisa mendapat pengalaman yang menarik dan tak membosankan ketimbang hanya menerapkan posisi misionaris," kata Kirk.

(rdn/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads