Jakarta -
Perempuan yang memasuki usia paruh baya akan mengalami apa yang disebut dengan menopause dan hormon estrogennya secara signifikan alami penurunan. Nah pada pria hal serupa juga terjadi namun prosesnya lebih perlahan.
Disebut sebagai andropause, testis pria karena proses degenerasi akan mulai berkurang kemampuannya memproduksi hormon seksual testosteron. Spesialis seks dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, dari RS Fatmawati mengatakan tanda-tanda dari hal ini bisa diperhatikan karena akan berdampak pada fisik pria.
Apa saja tanda dari pria yang hormon testosteronenya berkurang? berikut beberapa contoh yang dijelaskan dr Nugroho:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Adakah Suplemen Penambah Hormon Testosterone
1. Berkurang libido
Foto: Thinkstock
|
Hormon testosterone adalah hormon pendorong gairah seks pada pria dan wanita. Oleh karena itu ketika seorang pria mengalami andropause wajar bila dirinya mulai kehilangan dorongan seksual atau libido.
dr Nugroho menjelaskan sebagai contoh bila di masa muda pria dan istrinya mungkin bisa bercinta tiga kali dalam seminggu, di usia 30 tahun ke atas frekuensinya bisa saja berkurang hingga jadi sekali dalam seminggu.
Untuk mengatasi hal ini dokter bisa memberikan pasien pria terapi hormon.
2. Sulit ereksi
Foto: thinkstock
|
Karena berkaitan dengan dorongan seksual, penurunan hormon testosterone bisa juga memengaruhi kemampuan ereksi penis. Tanpa dorongan seks yang tinggi stimulasi pada penis juga akan lebih tumpul sehingga seorang pria bisa kesulitan untuk ereksi.
Pada pria paruh baya dirinya mungkin masih bisa ereksi namun dengan kekerasan yang tidak maksimal.
3. Cepat lelah
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Dikutip dari WebMD, kelelahan adalah salah satu gejala umum dari testosteron yang rendah. Seorang pria bisa merasa tidak berenergi seperti biasanya atau bahkan dia menjadi luar biasa lelah padahal aktivitas yang dijalani sama seperti hari sebelumnya.
4. Tinggi berkurang
Foto: Getty Images
|
Menurut dr Nugroho testosteron adalah salah satu hormon yang dibutuhkan agar tulang bisa menyerap kalsium secara optimal. Oleh sebab itu ketika terjadi defisiensi maka kekuatan tulang juga akan berkurang.
"Pria dengan testosterone rendah di dalam tubuhnya kalsium yang terserap pasti sedikit. Pertama dia bakal osteopenia ketebalan tulangnya mulai berkurang, lanjut jadi osteoporosis," ungkap dr Nugroho.
Karena ada penurunan massa tulang maka tinggi tubuh secara keseluruhan juga akan menyusut.
5. Penurunan performa otot
Foto: thinkstock
|
Selain tulang testosteron juga membantu pembentukan otot tubuh pada pria. Sehingga ketika jumlahnya dalam tubuh sedikit, kekuatan dan massa otot pun menurun. Kondisi ini bisa terlihat saat pria berolahraga ternyata hasil yang didapatnya tidak seperti biasanya.
"Kalau main badminton misal biasanya kuat sampai dua set sekarang sudah enggak lagi," kata dr Nugroho.
Hormon testosterone adalah hormon pendorong gairah seks pada pria dan wanita. Oleh karena itu ketika seorang pria mengalami andropause wajar bila dirinya mulai kehilangan dorongan seksual atau libido.
dr Nugroho menjelaskan sebagai contoh bila di masa muda pria dan istrinya mungkin bisa bercinta tiga kali dalam seminggu, di usia 30 tahun ke atas frekuensinya bisa saja berkurang hingga jadi sekali dalam seminggu.
Untuk mengatasi hal ini dokter bisa memberikan pasien pria terapi hormon.
Karena berkaitan dengan dorongan seksual, penurunan hormon testosterone bisa juga memengaruhi kemampuan ereksi penis. Tanpa dorongan seks yang tinggi stimulasi pada penis juga akan lebih tumpul sehingga seorang pria bisa kesulitan untuk ereksi.
Pada pria paruh baya dirinya mungkin masih bisa ereksi namun dengan kekerasan yang tidak maksimal.
Dikutip dari WebMD, kelelahan adalah salah satu gejala umum dari testosteron yang rendah. Seorang pria bisa merasa tidak berenergi seperti biasanya atau bahkan dia menjadi luar biasa lelah padahal aktivitas yang dijalani sama seperti hari sebelumnya.
Menurut dr Nugroho testosteron adalah salah satu hormon yang dibutuhkan agar tulang bisa menyerap kalsium secara optimal. Oleh sebab itu ketika terjadi defisiensi maka kekuatan tulang juga akan berkurang.
"Pria dengan testosterone rendah di dalam tubuhnya kalsium yang terserap pasti sedikit. Pertama dia bakal osteopenia ketebalan tulangnya mulai berkurang, lanjut jadi osteoporosis," ungkap dr Nugroho.
Karena ada penurunan massa tulang maka tinggi tubuh secara keseluruhan juga akan menyusut.
Selain tulang testosteron juga membantu pembentukan otot tubuh pada pria. Sehingga ketika jumlahnya dalam tubuh sedikit, kekuatan dan massa otot pun menurun. Kondisi ini bisa terlihat saat pria berolahraga ternyata hasil yang didapatnya tidak seperti biasanya.
"Kalau main badminton misal biasanya kuat sampai dua set sekarang sudah enggak lagi," kata dr Nugroho.
(fds/vit)