Sabtu, 08 Apr 2017 16:53 WIB

Ingin Tetap Bercinta Saat Menstruasi? Perhatikan Hal-hal Ini

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Setiap lima sampai tujuh hari dalam sebulan seorang wanita mengalami siklus menstruasi. Pada saat itu, dinding rahim bersama sel telurnya yang tak dibuahi luntur keluar dari vagina dan terlihat seperti darah kental.

Nah biasanya saat menstruasi pasangan akan menunda dulu untuk bercinta, namun demikian kadang ada juga pasangan yang tidak peduli. Dilihat dari sisi kesehatan apakah hal ini termasuk perilaku yang berisiko?

Menurut spesialis kandungan dari Max Smart Super Specialty Hospital, dr Anuradha Kapur mengatakan sebetulnya bercinta tidak dianjurkan karena risiko untuk terjadi infeksinya saat menstruasi meningkat tinggi. Hal ini berlaku terutama bila sang pria tidak menggunakan kondom.

Baca juga: Perempuan Harus Lebih Bersih Saat Menstruasi

Hanya satu keuntungan yang mungkin saja dapat dirasakan pasangan dari menstruasi yaitu adanya lubrikasi ekstra. Namun sekali lagi ini juga bisa jadi hal negatif karena mendorong pria melakukan penetrasi yang lebih keras berisiko melukai serviks.

"Dari perspektif higienitas ini adalah sesuatu yang tidak bersih dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta infeksi untuk kedua pasangan," ungkap dr Anuradha seperti dikutip dari Times of India.

Hal serupa juga diungkapkan oleh konsultan seks detikHealth dr Andri Wanananda MS. Menurutnya bercinta tak perlu dilakukan ketika istri sedang haid karena khawatir masih ada pembuluh darah terbuka yang bisa memicu gelembung udara (emboli) saat penetrasi.

"Jika pembuluh darah tersebut menuju ke organ penting seperti jantung dan paru-paru dan menyebabkan kegagalan fungsi organ tersebut hingga memicu kematian. Emboli ini bila terbawa aliran darah bisa menyumbat pembuluh darah jantung (arteri coronaria), hingga memicu serangan jantung mendadak" kata dr Andri.

Baca juga: Risiko Nekat Bercinta Saat Haid: Terjadi Infeksi Hingga Endometriosis

(fds/vit)