Jakarta -
Lubrikan adalah produk yang berfungsi sebagai pelicin dan dapat digunakan oleh pasangan untuk menambah keintiman ketika bercinta. Cara kerjanya sederhana yaitu dengan membantu mengurangi friksi pada vagina sehingga suami dan istri sama-sama nyaman saat penetrasi.
Vagina pada dasarnya memang sudah memiliki lubrikasi alami namun kadang tidak optimal karena berbagai faktor mulai dari menopause, stres, sedang menyusui, hingga pengaruh obat. Ketika bercinta dilakukan tanpa lubrikasi yang optimal, inilah yang sering menjadi penyebab keluhan nyeri.
Oleh karena itu tidak ada salahnya bagi pasangan untuk mengenal produk lubrikan apa yang ada di pasaran. Berikut beberapa contohnya:
1. Lubrikan air
Foto: thinkstock
|
Lubrikan air adalah produk lubrikan yang sesuai dengan namanya berbahan dasar air. Lubrikan jenis ini memiliki ciri-ciri halus, licin, dan mudah untuk diserap oleh kulit.
Keungulan lubrikan air dibandingkan jenis lubrikan lainnya adalah ia mudah untuk digunakan, ramah untuk tubuh, dan aman dipakai bersamaan dengan kondom. Kerugian dari lubrikan air ini adalah karena ia mudah diserap pasangan mungkin harus menggunakannya beberapa kali dalam satu sesi bercinta.
2. Lubrikan silikon
Foto: Thinkstock
|
Lubrikan silikon hampir sama seperti lubrikan air namun secara umum teksturnya lebih 'tebal' dan lebih dapat bertahan lama.
Keuntungan utama dari lubrikan silikon adalah pasangan tak perlu sering-sering menggunakannya karena ia membutuhkan waktu lama untuk kering. Hanya saja beberapa orang mungkin tak menyukainya karena tekstur lubrikan silikon yang tebal kadang disamakan seperti oli untuk kendaraan bermotor.
3. Lubrikan minyak
Foto: thinkstock
|
Lubrikan berbahan dasar minyak mungkin termasuk yang paling jarang diminati di antara jenis lubrikan lainnya. Hal ini karena lubrikan minyak dapat mengikis latex sehingga tak bisa dipakai bersamaan dengan kondom.
Alasan berikutnya lubrikan minyak juga kadang mengandung bahan yang tak sesuai untuk organ kewanitaan. Oleh karena itu individu harus mencari produk yang cocok untuknya.
4. Lubrikan berasa
Foto: thinkstock
|
Lubrikan berasa pada umumnya adalah produk lubrikan air namun mendapat tambahan varian rasa dari produsen. Konsultan seks Claire Cavanah mengatakan karena lubrikan ini pada dasarnya adalah air maka aman untuk ditelan.
Hanya saja Claire mengingatkan bila lubrikan berasa diketahui mengandung gula maka hindari penggunaannya pada vagina. Hal ini karena gula dapat mengubah pH vagina sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
5. Lubrikan berpenghangat
Foto: thinkstock
|
Lubrikan berpenghangat adalah lubrikan air dengan tambahan bahan sehingga dapat menimbulkan sensasi hangat ketika menyentuh kulit. Bahan penghangatnya bisa bermacam-macam mulai dari senyawa capsaicin yang ada pada cabai hingga alkohol.
Oleh karena berbagai bahan tambahan tersebut lubrikan ini tidak untuk digunakan pada vagina. Selain itu ia juga mungkin dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang.
Lubrikan air adalah produk lubrikan yang sesuai dengan namanya berbahan dasar air. Lubrikan jenis ini memiliki ciri-ciri halus, licin, dan mudah untuk diserap oleh kulit.
Keungulan lubrikan air dibandingkan jenis lubrikan lainnya adalah ia mudah untuk digunakan, ramah untuk tubuh, dan aman dipakai bersamaan dengan kondom. Kerugian dari lubrikan air ini adalah karena ia mudah diserap pasangan mungkin harus menggunakannya beberapa kali dalam satu sesi bercinta.
Lubrikan silikon hampir sama seperti lubrikan air namun secara umum teksturnya lebih 'tebal' dan lebih dapat bertahan lama.
Keuntungan utama dari lubrikan silikon adalah pasangan tak perlu sering-sering menggunakannya karena ia membutuhkan waktu lama untuk kering. Hanya saja beberapa orang mungkin tak menyukainya karena tekstur lubrikan silikon yang tebal kadang disamakan seperti oli untuk kendaraan bermotor.
Lubrikan berbahan dasar minyak mungkin termasuk yang paling jarang diminati di antara jenis lubrikan lainnya. Hal ini karena lubrikan minyak dapat mengikis latex sehingga tak bisa dipakai bersamaan dengan kondom.
Alasan berikutnya lubrikan minyak juga kadang mengandung bahan yang tak sesuai untuk organ kewanitaan. Oleh karena itu individu harus mencari produk yang cocok untuknya.
Lubrikan berasa pada umumnya adalah produk lubrikan air namun mendapat tambahan varian rasa dari produsen. Konsultan seks Claire Cavanah mengatakan karena lubrikan ini pada dasarnya adalah air maka aman untuk ditelan.
Hanya saja Claire mengingatkan bila lubrikan berasa diketahui mengandung gula maka hindari penggunaannya pada vagina. Hal ini karena gula dapat mengubah pH vagina sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Lubrikan berpenghangat adalah lubrikan air dengan tambahan bahan sehingga dapat menimbulkan sensasi hangat ketika menyentuh kulit. Bahan penghangatnya bisa bermacam-macam mulai dari senyawa capsaicin yang ada pada cabai hingga alkohol.
Oleh karena berbagai bahan tambahan tersebut lubrikan ini tidak untuk digunakan pada vagina. Selain itu ia juga mungkin dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang.
(fds/vit)