Jakarta -
Terbongkarnya pesta gay bertajuk 'The Wild One' oleh polisi mencengangkan masyarakat. Dalam barang bukti yang ditemukan di lokasi, kondom menjadi salah satu yang banyak ditemukan.
"Office boy di sana kalau buang sampah dari dalam ruko sering menemukan kondom bekas dipakai. Anehnya, di sana kan nggak pernah ada cewek yang datang," tutur salah satu satpam di lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Seks anal, meskipun menggunakan kondom sebagai pengaman, tetap bisa menyimpan bahaya bagi yang melakukan. DetilHealth pun merangkum beberapa bahaya yang muncul jika melakukan seks anal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa saja? Berikut 4 di antaranya:
Baca juga: Viral, Beredar Foto Jarum Suntik 'Penular' HIV-AIDS di Toilet Umum
1. Anus lecet
Foto: thinkstock
|
Spesialis kandungan dr Lauran F. Streicher dari Center for Sexual Medicine and Menopause, Northwestern University menyebut seks anal sejatinya tidak dianjurkan. Alasannya jelas, karena anus bukanlah tempat untuk berhubungan seksual sehingga berisiko luka dan lecet jika dipenetrasi."Hadapi saja, anus itu tidak dirancang untuk bercinta. Dia hanya untuk jalan keluar (feses -red) satu arah," kata dr Lauren seperti dikutip dari Health,
2. Infeksi menular seksual
Foto: Thinkstock
|
Anus lecet dan luka berisiko tinggi menularkan kuman penyakit. Hepatitis, honorea, khlamidia dan sifilis merupakan penyakit infeksi yang mengintai jika melakukan seks anal.Pasien dengan infeksi bakteri bisa saja mengalami diare yang berdarah dan berlendir, mengalami luka-luka terinfeksi, bahkan timbul bisul dan radang di seputar dubur dan poros usus (rektum).
3. Kanker
Foto: thinkstock
|
Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan kebiasaan seks anal bisa menyebabkan terjadinya kanker anus.Risiko terjadi kanker anus ini sama pada semua jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Risiko terjadinya kanker anus diketahui lebih tinggi pada orang di bawah umur 30 tahun.
"Sejauh ini saya beberapa kali mendapat kasus kanker anus berumur di bawah 30 tahun dan berhubungan dengan riwayat anal sex. Umumnya mereka melakukan anal sex dari partnernya. Dari beberapa literatur yang saya baca, kebiasaan anal sex dilakukan biasanya terinpirasi setelah menonton film porno," jelas dr Ari.
4. HIV
Foto: thinkstock
|
HIV merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui seks anal. Infeksi HIV menjadi mudah karena anus tergolong mudah lecet dan luka yang membuat virus masuk ke dalam tubuh.
"Oral seks risikonya paling rendah. Kemudian penetrasi vagina dan paling tinggi risikonya adalah berhubungan seks melalui anus atau anal seks," kata dr Asti Widihastuti, MHC dari Pusat Penelitian HIV Universitas Atma Jaya.
Spesialis kandungan dr Lauran F. Streicher dari Center for Sexual Medicine and Menopause, Northwestern University menyebut seks anal sejatinya tidak dianjurkan. Alasannya jelas, karena anus bukanlah tempat untuk berhubungan seksual sehingga berisiko luka dan lecet jika dipenetrasi.
"Hadapi saja, anus itu tidak dirancang untuk bercinta. Dia hanya untuk jalan keluar (feses -red) satu arah," kata dr Lauren seperti dikutip dari Health,
Anus lecet dan luka berisiko tinggi menularkan kuman penyakit. Hepatitis, honorea, khlamidia dan sifilis merupakan penyakit infeksi yang mengintai jika melakukan seks anal.
Pasien dengan infeksi bakteri bisa saja mengalami diare yang berdarah dan berlendir, mengalami luka-luka terinfeksi, bahkan timbul bisul dan radang di seputar dubur dan poros usus (rektum).
Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan kebiasaan seks anal bisa menyebabkan terjadinya kanker anus.
Risiko terjadi kanker anus ini sama pada semua jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Risiko terjadinya kanker anus diketahui lebih tinggi pada orang di bawah umur 30 tahun.
"Sejauh ini saya beberapa kali mendapat kasus kanker anus berumur di bawah 30 tahun dan berhubungan dengan riwayat anal sex. Umumnya mereka melakukan anal sex dari partnernya. Dari beberapa literatur yang saya baca, kebiasaan anal sex dilakukan biasanya terinpirasi setelah menonton film porno," jelas dr Ari.
HIV merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui seks anal. Infeksi HIV menjadi mudah karena anus tergolong mudah lecet dan luka yang membuat virus masuk ke dalam tubuh.
"Oral seks risikonya paling rendah. Kemudian penetrasi vagina dan paling tinggi risikonya adalah berhubungan seks melalui anus atau anal seks," kata dr Asti Widihastuti, MHC dari Pusat Penelitian HIV Universitas Atma Jaya.
(mrs/vit)