Pada prinsipnya, diungkapkan pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda MS, dari kacamata medis masturbasi (onani) boleh saja dilakukan dan relatif tidak mengganggu kesehatan bila dilakukan secara hygienis yaitu dibersihkan dulu alat vital, lengan atau alat yang digunakan, dilakukan pada saat santai dan tidak boleh mengganggu kegiatan rutin yang produktif sehari-hari.
"Sementara frekuensinya bergantung pada kebugaran tubuh. Dengan masturbasi, hasrat seksual bisa tersalurkan, hingga bisa dicapai orgasme. Nah, saat itu keluar hormon endorphin dalam tubuh yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan relaksasi pikiran," kata dr Andri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 60 persen pria dan 69 persen wanita mengatakan masturbasi membuat mereka merasa percaya diri dan sebanyak 20 persen pria serta 34 persen wanita mengaku masturbasi ampuh meningkatkan kualitas kehidupan seksnya. Lalu, apa yang umumnya mereka pikirkan ketika masturbasi?
Baca juga: Ini Arti Fantasi Seks yang Dimiliki Seseorang, Anda Termasuk yang Mana? (2)
"58 Persen pria dan 48 persen wanita memiliki pikiran nakal tentang mantan kekasih mereka saat bermasturbasi. Ini tidak selalu buruk. Sebab, ini termasuk fantasi seks yang memungkinkan pasangan monogami memiliki kesenangan seks yang baru," tutur pakar kesehatan seksual dan hubungan, Tracey Cox, dikutip dari Men's Fitness.
Ia menegaskan, fantasi seksual yang beragam bisa memberi solusi agar seseorang tidak bosan dengan kehidupan seksualnya. Hal terpenting, kata Cox, seseorang bisa tetap menikmati sesi bercinta dengan pasangannya.
Selain membayangkan mantan kekasih, baik pria dan wanita juga menikmati video atau foto erotis yang dilihat secara online ketika bermasturbasi. Kemudian, mereka juga memikirkan skenario roleplay, bahkan ada yang membayangkan dirinya tengah memainkan skenario BDSM (Bondage & Discipline, Dominance & Submission).
Baca juga: Ingin Ungkapkan Fantasi Seksual pada Pasangan? Coba Lakukan Cara Ini (rdn/up)











































