5 Variasi Perilaku Seks yang Berisiko untuk Kesehatan

5 Variasi Perilaku Seks yang Berisiko untuk Kesehatan

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 06 Jun 2017 19:35 WIB
5 Variasi Perilaku Seks yang Berisiko untuk Kesehatan
Beberapa perilaku seks berisiko untuk kesehatan. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kreativitas tidak ada batas, oleh karena itu beberapa pasangan mungkin senang mencoba hal-hal baru agar dirinya tak merasa bosan dalam bercinta. Namun demikian penting untuk diketahui agar berhati-hati mencoba hal yang bisa menimbulkan risiko untuk kesehatan.

Karena terkadang dalam beberapa kasus pasangan bisa membahayakan nyawanya sendiri hanya demi mengeksplorasi pengalaman bercinta.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh variasi perilaku seks yang berisiko:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hati-hati terpeleset bercinta di kamar mandi.


1. Bercinta di kamar mandi

Kamar mandi adalah salah satu tempat favorit pasangan untuk bercinta. Meski ide bercinta sambil mandi bersama bisa begitu menggairahkan, pakar seks dan kesehatan Dr Kevin Jardine mengatakan sabun atau shampoo yang licin bisa jadi benda berbahaya kalau tidak berhati-hati.

Banyak pasangan dilaporkan cedera saat berhubungan seks karena tergelincir sabun atau produk pembersih lainnya. Selain itu, bercinta di kamar mandi juga kurang bisa dijamin kebersihannya.

Baca juga: Survei: Tren Seks Bergeser dari Dapur ke Kamar Mandi

Bercinta di pantai dan laut bukan ide bagus.Bercinta di pantai dan laut bukan ide bagus. (Foto: thinkstock)


2. Bercinta di laut

Di laut terdapat banyak pasir kasar yang dapat mengiritasi kulit kelamin. Selain itu di dalam setetes air laut juga bisa terdapat jutaan mikroorganisme yang tentu tak baik untuk kesehatan bila masuk ke tubuh menginfeksi lewat organ intim.

Sampah, limbah, dan kotoran burung membuat pasir pantai menjadi tempat potensial bagi kuman dan bakteri berkumpul lalu berkembang biak. Pakar mikrobiologi dari University of Arizona, Charles Gerba, PhD, mengatakan sebuah studi menemukan bahwa kondisi air laut di lingkungan seperti itu lebih kotor dari air yang ada di sekitarnya dan dapat memicu diare, infeksi, dan ruam kulit.

Krim makanan bukan untuk lubrikasi vagina.Krim makanan bukan untuk lubrikasi vagina. Foto: iStock


3. Menggunakan makanan

Kadang ada pasangan yang menggunakan bahan makanan sebagai variasi mainan seks dalam bercinta. Seperti contohnya memakai krim kue untuk lubrikasi vagina agar seks oral lebih berwarna. Hal ini tidak dianjurkan karena kandungan gula dapat merubah pH di vagina membuatnya menjadi lebih mudah untuk mengalami infeksi.

Bercinta di mobil berisiko cedera.Bercinta di mobil berisiko cedera. Foto: Rachman Haryanto


4. Mobil

Mobil bisa menjadi salah satu variasi tempat pasangan untuk bercinta, namun perlu diperhatikan jangan dilakukan saat sedang berkendara. Beberapa orang mungkin pernah melakukan seks oral ketika sedang menyetir dan hal ini berbahaya karena dapat menyita fokus pengemudi dari jalanan.

Bercinta di dalam mobil juga diketahui bisa menimbulkan cedera karena kaki harus menekuk selama bercinta yang bisa menimbulkan cedera otot atau sendi. Sulit mendapatkan posisi yang tepat ketika bercinta di dalam mobil. Ketika bercinta di mobil sebaiknya tidak dalam waktu yang lama agar tak mengalami cedera.

Berbagai benda asing bisa tersangkut di organ intim.Berbagai benda asing bisa tersangkut di organ intim. Foto: thinkstock


5. Memakai benda asing

Menurut National Electronic Injury Surveillance System (NEISS), Amerika Serikat, dari tahun 2009 sampai 2014 tercatat ada 450 cedera seks yang terjadi melibatkan objek asing yang 'tersangkut'.

Objek yang dimaksud contohnya mulai dari mainan seks vibrator, obeng, penyedot wc, sampai pensil. Dari data yang dikumpulkan oleh Flowingdata diketahui tiga per empat pasien yang mengunjungi rumah sakit dengan objek asing ini adalah pria.

"Kami melihat banyak kasus seperti ini. Pasien suka sengaja datang terlambat dan kadang bahkan ada yang tak datang meski sudah berhari-hari. Semakin lama Anda menunggu, Anda bisa terkena sepsis (infeksi fatal -red)," kata dr Robert Glatter dari Lenox Hill Hospital.

Baca juga: Tak Hati-hati, Sex Toys Bisa Nyangkut Lho (fds/up)

Berita Terkait