Mulai dari takut keguguran, melukai janin dalam kandungan, hingga khawatir memicu persalinan ada beragam alasan yang membuat pasangan berpikir dua kali bila ingin bercita. dr M. Nurhadi Rahman, SpOG, dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta terkait hal ini menegaskan bahwa tidak ada masalah dengan catatan istri tidak merasa mengalami masalah.
Memang ada beberapa hal menarik yang mungkin perlu diperhatikan. Berikut fakta-fakta bercinta ketika hamil seperti dikutip dari beberapa sumber:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika hamil istri bisa saja mengalami peningkatan gairah seksual. (Foto: Thinkstock) |
1. Nafsu istri meningkat
Terapis seks Dr Kat Van Kirk dari Advanced Study of Human Sexuality mengatakan beberapa perempuan ketika sedang hamil mungkin malah mengalami peningkatan gairah seksual. Penyebabnya menurut Van Kirk karena ada peningkatan hormon dan aliran darah ke area intim membuat lubrikasi juga jadi maksimal.
Oleh karena itu para suami tidak ada salahnya lho menjawab keinginan istri untuk bercinta meski sedang hamil.
2. Tidak harus penetrasi
Bercinta dengan istri yang hamil tidak berarti harus selalu melakukan penetrasi. Aktivitas intim lainnya seperti berpelukan, berciuman, seks oral atau bermain dengan mainan seks juga bisa jadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan seksual tanpa perlu merasa canggung.
"Baik pria dan wanita bisa saja merasa canggung bila berhubungan seks ketika sedang hamil tua. Meski keduanya mungkin sama-sama bergairah, mereka tetap bisa kok memenuhi kebutuhan seksualnya dengan cara tanpa penetrasi," kata terapis seks Ursula Ofman.
Posisi bercinta menyamping atau dari belakang cocok untuk ibu hamil. Foto: Thinkstock |
3. Pilih posisi yang tepat
Bila memang ingin melakukan penetrasi, maka silahkan saja tapi dengan posisi yang disesuaikan sehingga tidak memberikan tekanan berlebih pada kandungan. Konsultan seks detikHealth dr Andri Wanananda, MS, mengatakan ada beberapa posisi yang bisa dicoba.
"Posisi senggama selama kehamilan yang tidak membebani rahim: woman on top; side by side; rear entry (doggie position); side-lying berhadapan," kata dr Andri.
4. Penis tidak mengganggu janin
Terkait pemikiran jika penetrasi ketika berhubungan intim maka penis akan 'menyodok' janin, menurut dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya kenyataannya penis hanya bisa menyentuh ke leher rahim. Sementara itu bayi berada di dalam rahim dan terlindungi cairan ketuban.
"Jadi nggak mungkin kalau penisnya sampai menyodok si janin. Lagipula panjang penis tiap pria kan berbeda, begitu juga kedalaman vagina pada wanita berbeda. Kalau dirasa perut terasa tidak nyaman ketika bercinta, pada beberapa ibu hamil memang bisa seperti itu kemungkinan karena rahim kan agak turun akibat gravitasi," kata dr Hari. (fds/up)












































Ketika hamil istri bisa saja mengalami peningkatan gairah seksual. (Foto: Thinkstock)
Posisi bercinta menyamping atau dari belakang cocok untuk ibu hamil. Foto: Thinkstock