Namun ternyata cara-cara itu tidak dibenarkan oleh pakar sepenuhnya. Bagi mereka, besar tidaknya peluang kehamilan pada pasangan suami istri bisa ditentukan oleh banyak sekali hal. Akan tetapi sebagian besar memang di luar kendali mereka.
Tapi tak ada salahnya ya membaca sejumlah trik unik yang dilontarkan beberapa pakar tentang hal ini. Penasaran?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tanpa tekanan
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
"Jadinya seks yang terjadi tidaklah 'seksi'. Untuk itu pastikan Anda hanya fokus pada kesenangannya, bukan tekanannya, di saat bercinta," terangnya.
Hubungan langsung antara stres dan kesuburan sesungguhnya tidak pernah benar-benar terbukti. Namun stres dapat mempengaruhi hormon wanita yang pada akhirnya nanti mengganggu proses ovulasi, yaitu ketika wanita menyiapkan sel-sel telurnya di dalam rahim untuk dibuahi.
Di sisi lain, penelitian menyebut stres juga menurunkan kualitas sperma pria, termasuk membuatnya lebih lamban dan lemah saat 'berenang' menuju sel telur.
2. Dua kali dalam sejam
|
Foto: Thinkstock
|
Dr Zaher Merhi, direktur riset dan pengembangan teknologi IVF di New Hope Fertility Center menjelaskan, pertama, ini soal timing sebab sperma tidak bisa bertahan lama. "Jika pria bercinta dalam dua hari terakhir, jumlah spermanya akan menurun tapi kalau menunggu sampai seminggu, banyak sudah sperma yang mati," urainya.
Namun Merhi menegaskan bukan hanya jumlahnya yang penting, tetapi harus dipastikan bahwa sperma yang sehat adalah yang 'berenang' dengan gesit. "Sebagian sperma tersimpan di dalam vas deferens, nampaknya ada hal-hal yang mempengaruhi DNA-nya disana," ungkap Merhi.
Sebab ketika diamati lagi, DNA sperma yang sempat tersimpan dalam vas deferens lebih rusak daripada yang langsung dikeluarkan saat ejakulasi kedua. Hal ini bisa menjelaskan mengapa peluang kehamilan pada ejakulasi kedua menjadi lebih tinggi.
3. Bercumbu
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
"Saat berada di dalam vagina, organ ini bisa menghangatkan sperma dan ini semacam meningkatkan kualitas sel tersebut, termasuk membuatnya 'berenang' lebih baik," terangnya.
Dr Rossi menambahkan, ini tidak akan terjadi jika wanita langsung berdiri setelah bercinta.
Halaman 2 dari 4











































