3 Tips Simpel dari Pakar untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan

3 Tips Simpel dari Pakar untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 24 Feb 2018 15:10 WIB
3 Tips Simpel dari Pakar untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Ada sederet metode bercinta yang diklaim bisa memperbesar peluang kehamilan. Mulai dari mengangkat kedua kaki selepas bercinta, bercinta di pagi hari atau bercinta setiap pagi.

Namun ternyata cara-cara itu tidak dibenarkan oleh pakar sepenuhnya. Bagi mereka, besar tidaknya peluang kehamilan pada pasangan suami istri bisa ditentukan oleh banyak sekali hal. Akan tetapi sebagian besar memang di luar kendali mereka.

Tapi tak ada salahnya ya membaca sejumlah trik unik yang dilontarkan beberapa pakar tentang hal ini. Penasaran?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Menunda Punya Anak, Peluang Kehamilan Juga Berkurang?

1. Tanpa tekanan

Foto: ilustrasi/thinkstock
Dr Sheryl Kingsberg, psikolog dan pakar reproduksi dari University Hospitals in Ohio mengungkapkan masalahnya adalah tekanan untuk segera mendapatkan anak.

"Jadinya seks yang terjadi tidaklah 'seksi'. Untuk itu pastikan Anda hanya fokus pada kesenangannya, bukan tekanannya, di saat bercinta," terangnya.

Hubungan langsung antara stres dan kesuburan sesungguhnya tidak pernah benar-benar terbukti. Namun stres dapat mempengaruhi hormon wanita yang pada akhirnya nanti mengganggu proses ovulasi, yaitu ketika wanita menyiapkan sel-sel telurnya di dalam rahim untuk dibuahi.

Di sisi lain, penelitian menyebut stres juga menurunkan kualitas sperma pria, termasuk membuatnya lebih lamban dan lemah saat 'berenang' menuju sel telur.

2. Dua kali dalam sejam

Foto: Thinkstock
Sebuah studi di tahun 2015 menemukan jika pria bisa ejakulasi sebanyak dua kali dalam kurun satu jam, ini meningkatkan peluang kehamilan pada pasangannya mencapai tiga kali lipat. Menurut peneliti, sperma yang dihasilkan pada ejakulasi kedua memiliki kualitas terbaik untuk membuahi pasangan.

Dr Zaher Merhi, direktur riset dan pengembangan teknologi IVF di New Hope Fertility Center menjelaskan, pertama, ini soal timing sebab sperma tidak bisa bertahan lama. "Jika pria bercinta dalam dua hari terakhir, jumlah spermanya akan menurun tapi kalau menunggu sampai seminggu, banyak sudah sperma yang mati," urainya.

Namun Merhi menegaskan bukan hanya jumlahnya yang penting, tetapi harus dipastikan bahwa sperma yang sehat adalah yang 'berenang' dengan gesit. "Sebagian sperma tersimpan di dalam vas deferens, nampaknya ada hal-hal yang mempengaruhi DNA-nya disana," ungkap Merhi.

Sebab ketika diamati lagi, DNA sperma yang sempat tersimpan dalam vas deferens lebih rusak daripada yang langsung dikeluarkan saat ejakulasi kedua. Hal ini bisa menjelaskan mengapa peluang kehamilan pada ejakulasi kedua menjadi lebih tinggi.

3. Bercumbu

Foto: ilustrasi/thinkstock
Dibandingkan mengangkat kaki ke atas atau menggunakan posisi tertentu, kolega Dr Kingsberg bernama Dr Brooke Rossi, ahli endokrinologi di rumah sakit yang sama mengatakan, bercumbu setelah bercinta bisa saja meningkatkan peluang kehamilan.

"Saat berada di dalam vagina, organ ini bisa menghangatkan sperma dan ini semacam meningkatkan kualitas sel tersebut, termasuk membuatnya 'berenang' lebih baik," terangnya.

Dr Rossi menambahkan, ini tidak akan terjadi jika wanita langsung berdiri setelah bercinta.
Halaman 2 dari 4
Dr Sheryl Kingsberg, psikolog dan pakar reproduksi dari University Hospitals in Ohio mengungkapkan masalahnya adalah tekanan untuk segera mendapatkan anak.

"Jadinya seks yang terjadi tidaklah 'seksi'. Untuk itu pastikan Anda hanya fokus pada kesenangannya, bukan tekanannya, di saat bercinta," terangnya.

Hubungan langsung antara stres dan kesuburan sesungguhnya tidak pernah benar-benar terbukti. Namun stres dapat mempengaruhi hormon wanita yang pada akhirnya nanti mengganggu proses ovulasi, yaitu ketika wanita menyiapkan sel-sel telurnya di dalam rahim untuk dibuahi.

Di sisi lain, penelitian menyebut stres juga menurunkan kualitas sperma pria, termasuk membuatnya lebih lamban dan lemah saat 'berenang' menuju sel telur.

Sebuah studi di tahun 2015 menemukan jika pria bisa ejakulasi sebanyak dua kali dalam kurun satu jam, ini meningkatkan peluang kehamilan pada pasangannya mencapai tiga kali lipat. Menurut peneliti, sperma yang dihasilkan pada ejakulasi kedua memiliki kualitas terbaik untuk membuahi pasangan.

Dr Zaher Merhi, direktur riset dan pengembangan teknologi IVF di New Hope Fertility Center menjelaskan, pertama, ini soal timing sebab sperma tidak bisa bertahan lama. "Jika pria bercinta dalam dua hari terakhir, jumlah spermanya akan menurun tapi kalau menunggu sampai seminggu, banyak sudah sperma yang mati," urainya.

Namun Merhi menegaskan bukan hanya jumlahnya yang penting, tetapi harus dipastikan bahwa sperma yang sehat adalah yang 'berenang' dengan gesit. "Sebagian sperma tersimpan di dalam vas deferens, nampaknya ada hal-hal yang mempengaruhi DNA-nya disana," ungkap Merhi.

Sebab ketika diamati lagi, DNA sperma yang sempat tersimpan dalam vas deferens lebih rusak daripada yang langsung dikeluarkan saat ejakulasi kedua. Hal ini bisa menjelaskan mengapa peluang kehamilan pada ejakulasi kedua menjadi lebih tinggi.

Dibandingkan mengangkat kaki ke atas atau menggunakan posisi tertentu, kolega Dr Kingsberg bernama Dr Brooke Rossi, ahli endokrinologi di rumah sakit yang sama mengatakan, bercumbu setelah bercinta bisa saja meningkatkan peluang kehamilan.

"Saat berada di dalam vagina, organ ini bisa menghangatkan sperma dan ini semacam meningkatkan kualitas sel tersebut, termasuk membuatnya 'berenang' lebih baik," terangnya.

Dr Rossi menambahkan, ini tidak akan terjadi jika wanita langsung berdiri setelah bercinta.

(lll/mrs)

Berita Terkait