Pria Harus Tahu! Ini 5 Masalah Bercinta pada Wanita

Pria Harus Tahu! Ini 5 Masalah Bercinta pada Wanita

Christantio Utama - detikHealth
Senin, 30 Jul 2018 05:34 WIB
Pria Harus Tahu! Ini 5 Masalah Bercinta pada Wanita
Foto: thinkstock
Jakarta - Bercinta harusnya menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan. Tapi apa jadinya jika hal sebaliknya justru yang terjadi? Bercinta hanya menjadi sebuah rutinitas yang membosankan serta membuat lelah pasangan setelah bekerja di kantor.

Apabila Anda pernah atau sedang merasakan hal tersebut saat ini, ketahuilah beberapa penyebabnya karena jika dibiarkan begitu saja keharmonisan rumah tangga Anda bisa terganggu.



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Everyday Health, berikut ini adalah beberapa masalah yang sering ditemui oleh wanita ketika bercinta:

Sedang tidak mood

Foto: thinkstock
Menurut seorang profesor Beverly Whipple, Ph.D., R.N, dari Rutgers University masalah sedang tidak mood yang dialami oleh para wanita untuk bercinta adalah hal yang paling umum terjadi. Latar belakangnya bisa jadi karena faktor fisik seperti keletihan, stres dan penyakit diabetes yang membuat bercinta bukan lagi hal yang menyenangkan.

Menggunakan terapi hormon sex bisa menjadi solusi bagi wanita yang ingin mengembalikan gairah bercintanya bersama pasangan, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum melakukan terapi tersebut.

Masalah pada arousal

Foto: thinkstock
Aruosal ialah kondisi fisiologis dan psikologis yang terjaga atau reaktif terhadap sebuah rangsangan. Secara sederhana ketika wanita tidak memiliki masalah pada sistem aruosal, organ vagina wanita akan siap menerima rangsangan dari laki-laki sehingga pengalaman bercinta semakin baik.

Salah satu penyebab dari masalah aruosal ini adalah kurangnya aliran darah yang masuk ke daerah organ vital wanita yang menyebabkan produksi cairan di vagina berkurang. Gunakan pelumas dari bahan dasar air untuk mengatasi masalah ini.

Anorgasmia

Foto: thinkstock
Anorgasmia ini juga dikenal dengan sindrom Coughlan, sebuah keadaan dimana Anda tidak dapat mencapai orgasme yang diinginkan. Kondisi ini lebih sering ditemui oleh wanita, menurut sebuah studi dari Brown University's Health Education 1 dari 3 wanita mengalami masalah anorgasmia ini.

Salah satu penyebab dari keadaan ini adalah penyakit diabetes, Multiple Sclerosis yang menyerang saraf pusat dan kanker yang menyerang sistem reproduksi wanita.

Vaginismus

Foto: Thinkstock
Hampir mirip dengan masalah aruosal, vaginismus adalah sebuah disfungsi seksual yang terjadi pada vagina karena otot sekitar vagina menutup ketika mengalami semacam sentuhan di sekitar area vagina.

Kondisi ini cukup umum, tapi karena banyak wanita yang tidak segera melakukan penanganan dini jadi jumlah pastinya sulit untuk diketahui. Penyebabnya antara lain karena pikiran yang negatif, pengalaman kekerasan seksual dan kondisi menyakitkan pada vagina.

Dispareunia

Foto: Thinkstock


Dispareunia adalah kondisi rasa sakit yang berkepanjangan di daerah kemaluan wanita, ini bisa terjadi sebelum, selama dan setelah proses bercinta. Menurut Stephanie Buehler, PsyD, seorang psikologis dari Buehler Institute banyak wanita yang tidak mengkonsultasikan masalah ini kepada dokter untuk menghindari penanganannya.

Penyebab dari Dispareunia antara lain karena infeksi, gangguan pada kulit dan kurangnya penggunaan pelumas. Masalah ini bisa disembuhkan jika segera cepat ditangani oleh tim medis.

Halaman 2 dari 6

Menurut seorang profesor Beverly Whipple, Ph.D., R.N, dari Rutgers University masalah sedang tidak mood yang dialami oleh para wanita untuk bercinta adalah hal yang paling umum terjadi. Latar belakangnya bisa jadi karena faktor fisik seperti keletihan, stres dan penyakit diabetes yang membuat bercinta bukan lagi hal yang menyenangkan.

Menggunakan terapi hormon sex bisa menjadi solusi bagi wanita yang ingin mengembalikan gairah bercintanya bersama pasangan, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum melakukan terapi tersebut.

Aruosal ialah kondisi fisiologis dan psikologis yang terjaga atau reaktif terhadap sebuah rangsangan. Secara sederhana ketika wanita tidak memiliki masalah pada sistem aruosal, organ vagina wanita akan siap menerima rangsangan dari laki-laki sehingga pengalaman bercinta semakin baik.

Salah satu penyebab dari masalah aruosal ini adalah kurangnya aliran darah yang masuk ke daerah organ vital wanita yang menyebabkan produksi cairan di vagina berkurang. Gunakan pelumas dari bahan dasar air untuk mengatasi masalah ini.

Anorgasmia ini juga dikenal dengan sindrom Coughlan, sebuah keadaan dimana Anda tidak dapat mencapai orgasme yang diinginkan. Kondisi ini lebih sering ditemui oleh wanita, menurut sebuah studi dari Brown University's Health Education 1 dari 3 wanita mengalami masalah anorgasmia ini.

Salah satu penyebab dari keadaan ini adalah penyakit diabetes, Multiple Sclerosis yang menyerang saraf pusat dan kanker yang menyerang sistem reproduksi wanita.

Hampir mirip dengan masalah aruosal, vaginismus adalah sebuah disfungsi seksual yang terjadi pada vagina karena otot sekitar vagina menutup ketika mengalami semacam sentuhan di sekitar area vagina.

Kondisi ini cukup umum, tapi karena banyak wanita yang tidak segera melakukan penanganan dini jadi jumlah pastinya sulit untuk diketahui. Penyebabnya antara lain karena pikiran yang negatif, pengalaman kekerasan seksual dan kondisi menyakitkan pada vagina.


Dispareunia adalah kondisi rasa sakit yang berkepanjangan di daerah kemaluan wanita, ini bisa terjadi sebelum, selama dan setelah proses bercinta. Menurut Stephanie Buehler, PsyD, seorang psikologis dari Buehler Institute banyak wanita yang tidak mengkonsultasikan masalah ini kepada dokter untuk menghindari penanganannya.

Penyebab dari Dispareunia antara lain karena infeksi, gangguan pada kulit dan kurangnya penggunaan pelumas. Masalah ini bisa disembuhkan jika segera cepat ditangani oleh tim medis.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads