Kamis, 04 Okt 2018 16:25 WIB

Mengaku Ms V Seperti Diamplas Saat Hubungan Seks, Ternyata Ini Faktanya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi wanita yang mengalami vaginismus. Foto: thinkstock Ilustrasi wanita yang mengalami vaginismus. Foto: thinkstock
Jakarta - Kebanyakan orang merasa senang dan menikmati proses berhubungan seksual. Tetapi tidak dengan Victoria Johnston asal Indiana, Amerika Serikat.

Wanita berusia 26 tahun itu mengaku bahwa vaginanya terasa seperti diamplas saat melakukan hubungan seksual. Saat melakukan penetrasi, otot-otot vaginanya mengeras dan membuat berhubungan seksual menjadi suatu yang tidak mungkin dilakukannya.

Ternyata Victoria menidap vaginismus, ini tidak memengaruhi gairah seksual, namun dapat menghambat hubungan intim. Vaginismus menyebabkan rasa sakit, kesulitan, dan mengakibatkan rasa tidak puas saat beraktivitas seksual.

"Terkadang ada juga perasaan gesekan, seperti amplas yang menggosok kulit bagian dalam. Ini luar biasa menyakitkan dan kadang-kadang otot-otot bahkan tidak membiarkan apa pun menembusnya," ujarnya dikutip dari Daily Mail.



Gejala yang Victoria rasakan pada saat melakukan hubungan seksual pertama kalinya. Seketika ia merasakan sakit yang luar biasa. Awalnya ia berpikir bahwa belum terbiasa, tetapi ahli terapi merekomendasikan untuk mencari bantuan medis.

Vaginismus ternyata juga memengaruhi kesehatannya secara psikologis. Ini membuatnya menjadi selalu gugup dan depresi.

"Saya menjadi lebih emosional, saya harus mencari bantuan psikologis sebagai bagian dari perawatan saya untuk vaginismus," imbuh Victoria.

Kondisi ini kerap membuatnya merasa bersalah. Membuat Victoria menghindari pembicaraan mengenai seks dengan temannya atau bahkan hanya menonoton film dengan adegan seks.

"Saya menemukan ini (vaginismus) sangat membuat frustrasi dan telah menemukan bahwa ini adalah masalah umum di seluruh dunia," tuturnya.

"Saya ingin orang-orang memahami bahwa kondisi ini ada di luar sana dan itu nyata," tegasnya.

(wdw/up)
News Feed