Jakarta -
Soal berhubungan seks, diperlukan kerjasama antara kedua belah pihak untuk mendapatkan 'hasil' yang optimal. Namun seringkali dalam prosesnya baik pria maupun wanita melakukan kesalahan hingga justru tak tercapai.
Bagi pria, mungkin banyak yang tak menyadari mereka melakukan kesalahan karena anggapan pria adalah inisiator dari seks. Namun apakah kamu tahu, 5 kesalahan ini sering dilakukan pria saat berhubungan intim:
Pria: "Kok dia nggak bergairah? Apa aku kurang menarik?"
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Si dia tidak terlihat terlalu bergairah? Jangan langsung berpikir kamu tak lagi menarik, wahai lelaki. Saat tertarik secara seksual, wanita tidak merespon secepat lelaki.Karena gairah wanita berasal dari ingatan, imajinasi dan fantasinya. Cobalah sedikit menggoda si dia untuk membantunya mengantisipasi keinginan seks dan juga fantasinya.
Pria: "Kenapa dia nggak terangsang juga ya? Bikin frustasi!"
Foto: ts
|
Lelaki, jangan keburu frustasi kalau pasanganmu tak secepat itu terangsang. Secara fisiologis, kebanyakan wanita memang butuh waktu yang cukup lama untuk terangsang, dengan kamu yang terlihat frustasi justru bisa makin memperlambatnya, lho. Nikmati lah seks bersama si dia dan tak perlu terburu-buru.
Pria: Khawatir akan ketahanan 'ereksi'
Foto: iStock
|
Lelaki dapat merusak keintiman bersama pasangan dengan mengkhawatirkan ereksi mereka dan seberapa lama dapat bertahan. Seks yang bagus tak melulu soal performa. Cobalah untuk tidak berlarut dan ucapkan beberapa kata pada pasangan.Jika masalahnya adalah ejakulasi yang dini, kamu bisa bilang 'Aku tak bisa mengontrol klimaks karena kamu terlalu seksi' untuk meyakinkannya. Jangan lupa, seks oral juga bisa menjadi pengganti yang bagus.
Pria: Buru-buru mau langsung on the go
Foto: thinkstock
|
Saat wanita sudah terangsang, jangan terburu-buru langsung menuju area genital. Hal ini wajar karena lelaki lebih suka distimulasi melalui kelamin mereka, sehingga beranggapan si pasangan juga menyukai metode yang sama.Ingat, wanita butuh waktu untuk dapat terangsang, jika terburu-buru bisa jadi malah si wanita belum siap dan keintiman kalian rusak.
Pria: Rangsang vagina, bukan klitoris
Foto: thinkstock
|
Yang sering salah adalah lelaki sering lupa untuk lebih menstimulaisi klitoris ketimbang vagina. Menstimulasi vagina tak seperti penis, di mana sentuhan saja bisa merangsang. Klitoris merupakan pusat dari seksualitas wanita.
Si dia tidak terlihat terlalu bergairah? Jangan langsung berpikir kamu tak lagi menarik, wahai lelaki. Saat tertarik secara seksual, wanita tidak merespon secepat lelaki.
Karena gairah wanita berasal dari ingatan, imajinasi dan fantasinya. Cobalah sedikit menggoda si dia untuk membantunya mengantisipasi keinginan seks dan juga fantasinya.
Lelaki, jangan keburu frustasi kalau pasanganmu tak secepat itu terangsang. Secara fisiologis, kebanyakan wanita memang butuh waktu yang cukup lama untuk terangsang, dengan kamu yang terlihat frustasi justru bisa makin memperlambatnya, lho. Nikmati lah seks bersama si dia dan tak perlu terburu-buru.
Lelaki dapat merusak keintiman bersama pasangan dengan mengkhawatirkan ereksi mereka dan seberapa lama dapat bertahan. Seks yang bagus tak melulu soal performa. Cobalah untuk tidak berlarut dan ucapkan beberapa kata pada pasangan.
Jika masalahnya adalah ejakulasi yang dini, kamu bisa bilang 'Aku tak bisa mengontrol klimaks karena kamu terlalu seksi' untuk meyakinkannya. Jangan lupa, seks oral juga bisa menjadi pengganti yang bagus.
Saat wanita sudah terangsang, jangan terburu-buru langsung menuju area genital. Hal ini wajar karena lelaki lebih suka distimulasi melalui kelamin mereka, sehingga beranggapan si pasangan juga menyukai metode yang sama.
Ingat, wanita butuh waktu untuk dapat terangsang, jika terburu-buru bisa jadi malah si wanita belum siap dan keintiman kalian rusak.
Yang sering salah adalah lelaki sering lupa untuk lebih menstimulaisi klitoris ketimbang vagina. Menstimulasi vagina tak seperti penis, di mana sentuhan saja bisa merangsang. Klitoris merupakan pusat dari seksualitas wanita.
(frp/up)