Jumat, 15 Mar 2019 22:35 WIB

Alasan Kenapa Video Seks Amatir Lebih Bikin Penasaran

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Dibanding video porno profesional, video amatir dianggap lebih punya efek nyata (Foto: iStock) Dibanding video porno profesional, video amatir dianggap lebih punya efek 'nyata' (Foto: iStock)
Jakarta - Seungri 'BIGBANG' menjadi sorotan publik karena dikabarkan menyebar video-video seks amatir dan menjadi salah satu aktor terlibat skandal prostitusi. Meski video yang disebarkan olehnya terlihat 'amatiran', ternyata masih banyak rekannya yang tertarik dan meminta rekaman itu darinya.


Sebelumnya, pasangan di Amerika Serikat juga dikabarkan mampu meraup kurang lebih 14 juta rupiah perminggu karena mengunggah video seks amatir miliknya. Setiap video dipatok dengan harga 100 ribu rupiah. Lalu, apa sih alasan video seks amatir lebih bikin penasaran?

Menurut Internet Pornography Statistic, ada lebih dari 24 juta situs web porno yang tersedia di internet, dengan porno amatir menjadi salah satu pilihan yang disediakan. Data dari situs Porn Hub menunjukkan, video seks amatir menempati posisi 11, naik 4 peringkat dari tahun lalu.

Pakar psikiatri dari New York Presbyterian Hospital, Dr Gail Saltz, mengatakan memang terdapat film porno yang dibuat dengan serius dan dilengkapi skrip serta aktor, tetapi pornografi amatiran lebih memberikan kesan 'nyata' dan tidak dibuat-buat.



"Pornografi sudah ada sejak lama, tetapi itu fiksi. Kamu tidak benar-benar tahu apa yang mereka lakukan dengan pasti, kemudian muncul tren amatir yang pada saat ini diapresiasi secara sensasional," ujarnya dikutip dari ABC News.

Saltz mengatakan pornografi bukanlah sesuatu yang baru. Tapi saat ini ada kecenderungan orang memfilmkan diri mereka sendiri dan mempostingnya di internet. Pornografi amatir saat ini menjadi tren karena teknologi semakin canggih.

Bahkan penyedia jasa konten pornografi mempersilahkan penonton anonim mereka untuk menonton sesi seks secara langsung dan memberitahu 'aktornya' untuk melakukan tindakan tertentu.

"Orang-orang ingin menonton yang lain berhubungan seks. Ini menciptakan ide bahwa hal itu benar-benar nyata dan mereka merasakan bahwa seks benar-benar terjadi," pungkasnya.

(kna/up)
News Feed