Senin, 18 Mar 2019 19:28 WIB

Perlu Tahu! Deretan Alasan Wanita Rasakan Sakit Saat Bercinta

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Kenali apa saja yang bisa menyebabkan nyeri saat bercinta. (Foto: iStock) Kenali apa saja yang bisa menyebabkan nyeri saat bercinta. (Foto: iStock)
Jakarta - Bercinta memang selalu dikaitkan dengan kenyamanan dan kepuasan. Namun sebenarnya tak melulu soal 'ena-ena', bercinta juga bisa menimbulkan rasa sakit atau yang disebut dispareunia.

Dalam kebanyakan kasus, wanita merasakan sakit saat berhubungan seks karena tidak cukupnya lubrikasi dalam vagina. Saat hal ini terjadi maka solusinya adalah membuat sang wanita menjadi lebih rileks, menambah foreplay atau menggunakan pelumas.

Dikutip dari WebMD, dalam kasus lainnya para wanita juga bisa merasakan sakit disebabkan oleh kondisi-kondisi kesehatan berikut:



1. Vaginismus, merupakan kondisi umum yang melibatkan kejang tanpa sengaja dalam otot vagina, disebabkan oleh rasa takut atau disakiti.

2. Infeksi vagina, kondisi ini termasuk umum terjadi misalnya infeksi ragi yang menyebabkan keputihan.

3. Masalah pada serviks atau mulut rahim, saat penis dapat menyentuh serviks dengan penetrasi maksimum, jika ada masalah dengan serviks maka bisa menyebabkan nyeri saat penetrasi.

4. Masalah dengan rahim, misalnya fibroid yang bisa menyebabkan nyeri bercinta yang cukup parah.

5. Endometriosis, merupakan kondisi di mana jaringan yang mirip dengan dinding rahim tumbuh di luar rahim.

6. Masalah dengan indung telur atau varium, misalnya ada kista di indung telur.



7. Pelvic inflammatory disease (PID), yang menyebabkan jaringan di dalam vagina mengalami radang parah dan tekanan dari seks menyebabkan nyeri yang amat sangat.

8. Ectopic pregnancy atua kehamilan ektopik, di mana kehamilan yang terjadi saat telur yang dibuahi berkembang di luar rahim.

9. Menopause, karena membuat dinding vagina mengering dan kehilangan kelembabannya.

10. Terlalu terburu-buru bercinta setelah operasi atau melahirkan.

11. Adanya penyakit menular sekdual, seperti kutil di alat kelamin, luka herpes atau lainnya.

12. Cedera di vulva atau vagina, misalnya disebabkan robekan setelah melahirkan atau episiotomy yang dibuat di area kulit antara vagina dan anus saat proses persalinan.

13. Vulvodynia, merupakan nyeri kronis yang berdampak pada organ seksual luar wanita atau vulva (labia mayora, minora, klitoris dan lubang vagina). Kondisi ini bisa terjadi hanya di satu titik atau beberapa area secara berlanjut. Belum diketahui apa penyebabnya namun belum ada obatnya juga.

Ada beberapa cara untuk menangani yang tidak memerlukan penanganan medis. Misalnya seks yang terasa sakit setelah hamil bisa diatasi dengan menunggu setidaknya enam minggu setelah melahirkan, dan catat, perlakukan sang istri dengan lembut dan penuh kesabaran.

Jika tanpa penyebab medis yang jelas, bisa dibantu dengan terapi seksual. Beberapa orang butuh menyelesaikan masalah seperti rasa bersalah konflik batin terkait seks atau perasaan terkait pelecehan di masa lalu. Apabila terjadi pendarahan, lesi di kelamin, haid tidak teratur, cairan vagina atau kontraksi otot vagina tanpa sengaja, segera periksakan ke dokter.

(frp/up)