Senin, 22 Apr 2019 19:29 WIB

6 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Masturbasi

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ketika kamu bermasturbasi, beberapa hal akan terjadi pada tubuhmu dan seperti ini efeknya. Foto: ilustrasi/thinkstock Ketika kamu bermasturbasi, beberapa hal akan terjadi pada tubuhmu dan seperti ini efeknya. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Masturbasi adalah salah satu aktivitas seksual yang paling kontroversial. Walau banyak ditentang, faktanya ada banyak alasan mengapa seseorang melakukan kegiatan ini salah satunya adalah membantu untuk memahami diri sendiri.

Meskipun seringkali dianggap sebagai hal tabu, masturbasi kerap diklaim berdampak baik untuk kesehatan karena bisa meredakan stres. Menurut seksolog klinis Gloria Brame, masturbasi dan gaya hidup sehat bisa mengurangi risiko terkena kanker prostat.

Dikutip dari Bustle, berikut ini adalah hal yang terjadi pada tubuh seseorang ketika bermasturbasi atau onani.


1. Muncul sensasi bergairah

Gairah saat masturbasi tidak secara substansial berbeda dari gairah dalam berhubungan seks dengan pasangan, tubuh bereaksi dengan cara yang sama. Reaksi paling jelas terhadap gairah adalah vagina yang terlubrikasi dan pengerasan klitoris.

Gairah selama masturbasi akan menyebabkan segala sesuatu mulai dari ketegangan otot hingga denyut nadi lebih cepat. Otak pun dibombardir dengan 'pesan-pesan' yang menyenangkan, dengan neurokimia positif yang menimbulkan rasa bahagia.

2. Otak aktif

Gairah dan orgasme menyalakan otak seperti kembang api, cetas cetus! Hippocampus, amygdala, otak kecil dan hipotalamus bergabung untuk membuat kamu mencapai puncak.

Kita secara bertahap mulai memahami bahwa di otak wanita pola-pola gairah dan stimulasi yang terlihat di otak sebenarnya berbeda antara seks pasangan dan masturbasi sendirian. Hal itu tampaknya berkaitan dengan fantasi dan kapasitas otak kita untuk berimajinasi.

Kembali pada tahun 2011, New Scientist melaporkan dua studi yang bersaing mendokumentasikan otak perempuan pada saat orgasme. Hasilnya menunjukkan dua hal yang sangat berbeda. Dua penelitian ini berbeda karena pada penelitian yang pertama, wanita dibantu oleh pasangan mereka sementara penelitian satunya sesi solo.

Otak tampaknya bereaksi berbeda terhadap masturbasi. Dalam masturbasi, korteks prefrontal otak wanita, area otak yang sangat terkait dengan pemikiran kreatif, memperbesar volume. Dalam kasus seks bersama pasangan, tampaknya unsur-unsur tersebut mati, khususnya bagian yang tampaknya bertanggung jawab untuk mengendalikan diri.

Jika kamu sendirian, otak kamu akan melakukan beberapa pekerjaan berat untuk berfantasi.

3. Batas ambang nyeri meningkat

Bahan kimia tertentu yang dikeluarkan saat orgasme dapat membantu kram menstruasi. Masturbasi sendiri ternyata secara menarik membantu kamu 'melupakan' rasa sakit.

Sebuah studi terkenal di tahun 1985 dari Rutgers University menemukan bahwa wanita yang merangsang dirinya sendiri untuk orgasme dengan mainan vagina yang dirancang khusus menjadi jauh lebih mampu mengatasi rasa sakit serta mendeteksi itu. Ketika mereka melakukan mastrubasi, toleransi nyeri meningkat 74,6 persen dan kemampuan mereka untuk mendeteksi nyeri meningkat 106,7 persen.


4. Bagian serviks dibersihkan

Menariknya, masturbasi wanita juga tampaknya memiliki manfaat menurunkan kemungkinan infeksi saluran kemih dan vagina melalui membersihkan bakteri yang terakumulasi dalam vagina.

"Proses pembentangan dan mengeluarkan lendir di dalam serviks, memungkinkan peningkatan keasaman dalam cairan serviks. Ini meningkatkan bakteri 'ramah' dan memungkinkan lebih banyak cairan untuk bergerak dari serviks ke dalam vagina. Ketika cairan 'lama' bergerak dari leher rahim yang ditekuk, itu tidak hanya melumasi vagina, tetapi juga membersihkan organisme yang tidak ramah yang dapat menyebabkan infeksi," tulis dokter kandungan Dr Jacquelyn Paykel dalam situs webnya.

5. Memperkuat dasar panggul

Dasar panggul yang kuat akan membantu inti dan mencegah inkontinensia. Ternyata kontraksi yang terlibat dalam rangsangan dan orgasme adalah cara yang sangat baik untuk menjaga bagian ini dalam keadaan baik.

Marie Stopes, organisasi kesehatan wanita, menunjukkan bahwa masturbasi atau seks mengarah ke otot yang lebih kuat, yang mengarah pada lebih banyak kontrol seksual dan kenikmatan yang lebih baik. Ini juga mengarah pada lebih banyak seks!

Menjaga otot-otot tetap kuat juga merupakan cara yang baik untuk memastikan kamu tidak terlalu berisiko mengalami prolaps uterus atau kandung kemih, di mana otot-otot daerah panggul gagal untuk menopang organ-organ di sekitarnya.

6. Tidak akan membuat kamu sakit, loh

Ada kesalahpahaman bahwa masturbasi, khususnya masturbasi pria, dapat meningkatkan risiko penyakit atau menurunkan sistem kekebalan tubuh. Padahal, sebuah studi tahun 2004 menemukan bahwa pria muda yang bermasturbasi meningkatkan kadar leukosit, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh.

Meski tidak sepenuhnya yakin apakah ada sisi positif dari masturbasi wanita dalam hal ini, tetapi penelitian tentang kemungkinan ini menarik untuk didalami.

(ask/up)
News Feed