Minggu, 30 Jun 2019 20:20 WIB

Pakai Air Liur Saat Bercinta Supaya Licin, Apa Dampaknya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Air liur bukan lubrikan yang tepat untuk sesi bercinta. (Foto: iStock) Air liur bukan lubrikan yang tepat untuk sesi bercinta. (Foto: iStock)
Jakarta - Agar penetrasi saat bercinta bisa lebih mudah dan tidak menimbulkan rasa nyeri maka vagina perlu terlubrikasi dengan baik. Hal ini bisa dicapai dengan foreplay atau pemanasan menstimulasi zona-zona erotik tubuh pasangan yang sensitif.

Namun demikian kadang karena beberapa sebab lubrikasi atau pelendiran bisa tetap dirasa kurang. Beberapa pasangan mengatasinya menggunakan pelumas khusus tapi ada juga yang berinisiatif memakai air liur.

Terkait hal tersebut menurut spesialis kandungan dan penulis buku 'PCOS SOS: A Gynecologist's Lifeline to Naturally Restore Your Rhythms, Hormones, and Happiness', Felice Gersh, air liur bukan pengganti pelumas yang baik. Di dalam air liur bisa terdapat bakteri penyakit yang dapat menular seperti gonore, sipilis, hingga klamidia.


Bahkan bila risiko infeksi diminimalisir dengan menjaga kebersihan, bebas dari penyakit, air liur tetap tidak cocok digunakan sebagai pelumas.

"Air liur tidak memiliki konsistensi yang licin, cepat menguap dan kering. Lebih jauh malah bisa mengiritasi kulit," kata Felice seperti dikutip dari Health, Minggu (30/6/2019).

Pakar seksologi dari Universitas Tarumanegara, Dr Andri Wanananda MS, juga tetap lebih menyarankan pelumas yang memang dijual sebagai lubrikan untuk bercinta atau foreplay lebih lama daripada air liur.

"Selama kebersihan mulutnya terpelihara (sudah sikat gigi), tidak ada infeksi pada rongga mulut, cairan ludahnya juga relatif bersih maka boleh-boleh saja menggunakan air liur sebagai pelumas. Tapi, rasanya lebih nyaman pakai vaginal-jelly saja yang bisa dibeli di apotik-apotik," kata dr Andri beberapa waktu lalu.



Simak Video "Daging Tak Matang Bisa Bikin Infeksi Cacing Pita Sampai ke Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)
News Feed