Jumat, 19 Jul 2019 04:44 WIB

Kesehatan Reproduksi

Pelampiasan Libido di Masa Puber: Wanita Berfantasi, Pria Pilih Masturbasi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pelampiasan hasrat seks di masa puber berbeda antara remaja pria dan wanita (Foto: iStock) Pelampiasan hasrat seks di masa puber berbeda antara remaja pria dan wanita (Foto: iStock)
Jakarta - Dorongan seksual merupakan hal yang manusiawi. Tak terkecuali juga para remaja, khususnya yang baru saja menginjak dunia pubertas.

Sebuah riset baru yang dilaksanakan Durex Indonesia tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual menunjukkan, saat para remaja merasa adanya kebutuhan untuk mengekspresikan dorongan seksual, 60 persen responden menjawab menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, misalnya berolahraga dan aktivitas fisik lainnya.

Selain menyibukkan diri, responden perempuan mengaku lebih suka menyalurkan dorongan seksual melalui fantasi seks dan membahasnya dengan teman sebaya yang mereka percayai. Sementara pria, bermasturbasi dan menonton film porno lebih banyak jadi pilihan.

Terkait pornografi, kerap video porno dijadikan kambing hitam atas perilaku seksual yang menyimpang. Jika digunakan sebagai salah satu alat penyalur dorongan seksual para remaja pria, apakah video porno memang berdampak buruk?



Menurut Dr dra Rita Damayanti, MSPH, ketua Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, berdampak negatif atau tidaknya penggunaan video porno tergantung dari keterbukaan orang tua. Hal ini disebabkan video porno bisa membuat ketagihan yang nantinya akan berdampak negatif.

"Akses pornografi itu hampir semuanya laki-laki. Tidak langsung berdampak buruk, tapi jangan sampai anak kita itu kecanduan pornografi. Maka intensitasnya harus dikurangi," katanya, saat ditemui di kawasan Sudirman, Kamis (18/7/2019).

Dalam kesempatan yang sama, psikolog klinis dan sex educator Inez Kristanti, MPsi, Psikolog, menekankan pentingnya orang tua dalam menempatkan diri sebagai 'teman' agar mendapatkan kepercayaan anak. Sehingga anak akan dapat bercerita apapun tanpa canggung, termasuk soal internet dan video porno.
Kalau misal orang tua nemu anaknya itu mengakses pornografi, jangan panik duluan. Melihat sekali belum tentu kecanduan. Berikan pengertian kepada anak bahwa menonton itu bisa memberikan ide-ide atau gambaran yang kurang realistis terkait seksInez Kristanti, MPsi - Psikolog Klinis



"Intinya kita harus menempatkan diri sebagai orang yang kredibel namun juga bersahabat pada anak untuk memberikan informasi-informasi," imbuhnya.

Soal masturbasi, Inez menyebut baik secara medis maupun psikologis tidak secara langsung memberikan dampak negatif. Justru ada dampak positifnya seperti mengenal diri sendiri, mengenal organ-organ seksual mereka dan bagaimana cara kerjanya.

Yang akan menjadi masalah dan berdampak negatif apabila dilakukan secara terus-menerus atau sampai tahap adiksi, dan hingga membuatnya tidak bisa beraktivitas dengan baik. Sama seperti pornografi yang harus dikurangi intensitasnya jika sudah kecanduan.

"Kita lihat kalau dampak negatif pornografi banyak ya. Kalau misal orang tua nemu anaknya itu mengakses pornografi, jangan panik duluan. Melihat sekali belum tentu kecanduan. Berikan pengertian kepada anak bahwa menonton itu bisa memberikan ide-ide atau gambaran yang kurang realistis terkait seks," tutupnya.



Tonton juga video Lapas Ciamis Over Kapasitas, Ada Seks Menyimpang?:

[Gambas:Video 20detik]


Pelampiasan Libido di Masa Puber: Wanita Berfantasi, Pria Pilih Masturbasi
(frp/up)
News Feed