Sabtu, 12 Okt 2019 20:18 WIB

Kecanduan Seks Bisa Diawali dari Terlalu Banyak Berpelukan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi kecanduan seks bagi yang terlalu banyak berpelukan. Foto: thinkstock Ilustrasi kecanduan seks bagi yang terlalu banyak berpelukan. Foto: thinkstock
Jakarta - Berpelukan merupakan salah satu cara menunjukkan rasa kasih sayang kepada pasangan. Banyak yang mengatakan pelukan bisa memberikan rasa aman dan nyaman.

Meski demikian, terlalu banyak berpelukan bisa membuat seseorang kecanduan seks akibat 'hormon pelukan' terlalu tinggi. Peneliti dari Karolinska Institute di Swedia menyebut hormon pelukan atau oksitosin dapat membuat orang lebih merasa terikat.

Mereka yang kelebihan hormon oksitosin tertarik pada banyak orang pada saat yang sama, membuat mereka secara kompulsif mencari seks. Hormon ini juga dianggap membuat seks lebih bermakna.

Studi ini diawali dengan melihat sampel darah dari 60 orang pria yang dirawat karena masalah kecanduan seks. Peneliti menemukan adanya materi genetik berbeda dari microRNA mereka.


"Banyak penderita tidak dapat mengendalikan perilaku mereka yang mengakibatkan efek buruk dari hubungan yang terputus hingga depresi dan kecemasan," kata penulis senior, Profesor Jussi Jokinen, dikutip dari Dailymail.

Kecanduan seks adalah diagnosis medis yang memiliki penyebab neurobiologis. Tahun lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kecanduan seks sebagai gangguan mental untuk pertama kalinya.

Temuan ini dapat menjelaskan mengapa terapi perilaku kognitif, yang menurunkan oksitosin, membantu pecandu mengubah cara mereka dan dapat menyebabkan obat baru untuk memblokir hormon 'pelukan'.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)