Senin, 21 Okt 2019 19:30 WIB

6 Informasi Keliru Tentang Miss V yang Harus Diketahui

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kenali berbagai informasi yang keliru soal vagina. (Foto: iStock) Kenali berbagai informasi yang keliru soal vagina. (Foto: iStock)
Jakarta - Beredar luas berbagai informasi keliru terkait organ intim wanita di masyarakat. Sebagai contoh artis Gweyneth Paltrow membuat aksi kontroversial memasukkan batu giok ke dalam vaginanya dengan alasan demi bisa meningkatkan kepuasan seks.

Hal ini kemudian dikecam oleh dr Jen Gunter, yang merupakan ginekolog asal Amerika Serikat. dr Gunter mengatakan hal yang dilakukan oleh Gweyneth merupakan informasi salah dan menyesatkan banyak kalangan wanita.

Dikutip dari Mirror, dr Gunter memberikan beberapa contoh informasi keliru tentang vagina:



1. Ada bentuk vagina yang normal

Ukuran labia majora (bibir luar) vagina umumnya sepanjang 7-12 sentimeter. dr Gunter mengatakan, jika ukuran milik kamu lebih besar atau kecil, itu baik-baik saja.

"Untuk ukuran labia minora (bibir dalam), dapat berkisar lebarnya kurang dari 1 hingga 5 sentimeter. Tetapi, jika lebih luas, dalam medis tidak akan disebut tidak normal," kata dr Gunter.

2. Tidak normal? Ubah saja bentuk bibir vagina

dr Gunter mengatakan, mengubah labia dengan cara pembedahan harus dipikirkan baik-baik. Labia minora merupakan struktur responsif seksual dengan jaringan ereksi. Bibir labia berperan untuk memberikan kenikmatan seksual dan membantu melindungi lubang vagina.

3. Hanya ada 'satu' klitoris

Ternyata klitoris tidak hanya satu. Klitoris ini bercabang di sekitar uretra, vagina, dan labia.

"Di bawah permukaan, bercabang di sekitar uretra, vagina, dan labia. Beberapa bagian itu mampu menimbulkan sensasi seksual," ujar dr Gunter.

Beberapa bagian klitoris ini dapat dirangsang dengan berbagai cara, tanpa melibatkan kontak langsung dengan kelenjar. Kalian bisa memindahkan stimulasi ke area lain untuk mencapai orgasme.

4. Ada G-spot

Hanya sepertiga wanita yang bisa mencapai orgasme dengan penetrasi sendirian. Hal ini mungkin terjadi karena ketiadaan G-spot di dalam vagina.

"G-spot diduga diidentifikasi oleh Dr. Ernst Gräfenberg pada tahun 1950, tetapi makalahnya tidak menggambarkan tempat khusus tetapi 'zona erotis' di bagian depan vagina," jelas dr Gunter.

dr Gunter mengatakan, pada dasarnya, semua rangsangan yang diberikan oleh pasangan mengarah kepada klitoris, bukan G-spot.

5. Makanan bisa mengubah bau vagina

dr Gunter mengatakan, tidak ada yang salah dengan bau vagina yang khas. Ia menyarankan untuk berhenti berusaha untuk mengubah bau tersebut.

Ia menjelaskan, penyumbang aroma khas vagina berasal dari zat yang diproduksi oleh bakteri vagina yang sehat, yaitu lactobacili. Apapun makanan yang dikonsumsi oleh wanita, tidak akan mengubah bakteri tersebut.

Jika vagina mengeluarkan bau yang tidak wajar, dr Gunter menganjurkan untuk segera memeriksakan keadaannya ke dokter ahli guna mendapatkan pengobatan yang tepat.

6. Vagina perlu dicuci

Bukaan vagina dan bagian dalamnya merupakan jaringan yang sama, sehingga tidak perlu dicuci.

"Labia minora tidak memiliki kelenjar keringat yang dapat menghasilkan bau, jadi tidak perlu dicuci," jelas dr Gunter.

Jadi, disarankan agar tidak mencucinya. Karena hal itu dapat membunuh bakteri baik sehingga akan membuat vagina berisiko terkena vaginosis (pertumbuhan bakteri jahat yang berlebih). Hasilnya, kulit sensitif labia akan mengalami iritasi.



Simak Video "Lelah Dengan Tekanan Sosial? Jangan Malu Curhat ke Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)