Kamis, 31 Okt 2019 18:49 WIB

Hati-Hati! Posisi Seks Ini Menyimpan Risiko untuk Kaum Pria

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Posisi seks ini bisa berisiko untuk pria. Foto ilustrasi: iStock Posisi seks ini bisa berisiko untuk pria. Foto ilustrasi: iStock
Jakarta - Dalam berhubungan seks, bukan hanya penyakit menular yang harus diwasapadai. Tetapi, cedera pada fisik juga harus diperhatikan, termasuk untuk kaum pria. Cedera seksual bisa terjadi akibat dari posisi yang dilakukan saat kegiatan seks berlangsung.

Sebuah studi dalam Journal of Impotence Research meneliti 90 pria yang berusia antara 18-66 tahun yang mengalami robeknya tunika albuginea atau biasa disebut dengan fraktur penis. Cedera ini terjadi saat bercinta dengan beberapa posisi tertentu, dan studi ini telah mencatatnya.

Dikutip dari Livestrong, 3 posisi ini mungkin malah berbahaya untuk si pria saat melakukan hubungan seks dengan pasangannya.



1. Doggy-Style

Dalam penelitian ini, posisi doggy-style menempati urutan pertama, karena telah menyebabkan 41 persen kasus fraktur penis. Seorang terapis seks di Delaware, dr Deb Laino mengatakan posisi ini dapat menyebabkan penis patah karena penetrasi yang kasar saat melewati vagina dan atau anus.

"Cara yang terbaik untuk menghindarinya adalah si pria harus memastikan penis dalam kondisi benar-benar ereksi. Selain itu, hindari risiko memuntar atau bergerak keras ke arah yang tidak alami, seperti ke samping," kata dr Laino.

2. Missionary

Meskipun dikenal sebagai posisi aman, bukan berarti tidak memiliki risiko. Berdasarkan penelitian ini, posisi missionary menjadi yang paling berisiko kedua yang membuat fraktur penis. dr Laino mengatakan, jika posisi pria berada di atas, sebagian gerakan dikendalikan olehnya. Ini dapat berisiko lebih rendah untuk mengalami fraktur.

Tapi, jika si pria terlalu bersemangat dalam melakukan gerakannya, hal ini akan membuat cedera penis seperti fraktur ini terjadi. Jadi, coba lebih dilambatkan untuk menghindari risiko ini.

3. Woman On Top

Posisi ini menjadi yang berbahaya ketiga. dr Shubham Gupta, MD, asisten profesor urologi dari University of Kentucky, mengatakan hal ini terjadi karena posisi wanita yang lebih tinggi daripada pria.

"Secara intuitif, posisi pria yang memiliki kontrol frekuensi dan kekuatan penetrasi ke vagina lebih rendah, dapat membuatnya rentan terhadap cedera penis," jelas dr Gupta.

dr Laino juga menambahkan, pada posisi ini berat tubuh wanita akan bertumpu semua pada pria. Jika wanita bergerak dengan kasar, cepat, atau berbelok-belok, maka akan mengakibatkan fraktur penis itu.

Bagaimana mengetahui penis itu patah?

dr Laino mengatakan, salah satu cara untuk mengetahuinya adalah muncul suara yang aneh saat melakukan seks. Saat penis patah terjadi, biasanya ada suara letupan yang berasal dari jaringan yang robek. Pada kasus yang parah, uretra akan rusak dan menyebabkan masalah buang air kecil. Jika pasangan curiga hal itu terjadi, segera bawa pria ke rumah sakit untuk diperiksa dan mendapatkan perawatan.

"Fraktur atau patah penis adalah cedera yang sangat mengganggu. Itu bisa menyebabkan tekanan psikologis untuk si pria. Tak hanya sakit, itu (penis) bisa membengkak hingga menyerupai terong," jelas dr Gupta.



Simak Video "Jaga Keharmonisan, Ini Posisi Bercinta Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)