Secara umum, sperma berbau seperti pemutih karena banyaknya kandungan alkalin dan sulfur di dalamnya. Beberapa orang lain menyebut bau sperma amis atau seperti telur busuk, dan inilah bau sperma yang harus kita waspadai karena bisa jadi tanda adanya infeksi menular seksual seperti trichomoniasis dan gonorea.
Berikut adalah 3 hal utama yang mempengaruhi bau (dan juga rasa) dari cairan sperma. Apa saja ya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Sunat
Jika Anda adalah pria yang tak disunat, campuran konsentrasi, minyak kulit, sel kulit mati, bakteri, dan smegma di bawah kulup penis bisa tercampur dalam cairan sperma saat ejakulasi. Hal ini tentu bisa mengubah bau sperma Anda.
Akan tetapi apabila Anda sudah menjalani sunat, minyak dan keringat juga masih bisa mempengaruhi bebauan, namun umumnya mereka tidak bercampur dengan konsentrasi yang tinggi karena tidak adanya yang menjebak hal-hal tersebut di bawah kulit seperti penis pria yang tak disunat.
2. Air kencing atau keringat yang kering
Keringat dan kencing mengandung kadar sodium yang tinggi, substansi alkaline. Sodium yang tertinggal di kulit usai berkeringat atau kencing dan mengering bisa menyebabkan cairan sperma mirip seperti pemutih atau klorin jika bercampur.
Dua hal ini juga mengandung beberapa senyawa lainnya yang dapat bereaksi dengan kandungan alkalin dalam cairan spema. Klorin, potasium, dan magnesium dalam cairan sperma dapat membuatnya sangat berbau.
3. Pola makan
Bukan mitos, apa yang Anda makan dan minum bisa mempengaruhi bau cairan sperma. Makanan dan minuman mengandung bahan kimia, nutrisi, dan senyawa lainnya yang bisa bercampur dengan isi cairan sperma. Beberapa hal yang diduga jadi 'pelaku' sperma sangat berbau dan berasa manis:
- buah-buahan seperti nanas, jeruk, dan pepaya
- beberapa sayuran, seperti brokoli, seledri, dan serai
- bumbu manis seperti kayu manis dan pala
Sperma juga bisa menjadi berasa atau berbau pahit jika Anda mengonsumsi minuman beralkohol dan berkafein, kol, asparagus, sayuran hijau seperti bayam, daging merah, susu dan produk susu lainnya. Meski begitu, beberapa di antaranya adalah makanan dan minuman yang sehat, jadi tak perlu dihindari, cukup mengurangi konsumsinya jika Anda atau pasangan terganggu dengan baunya.
4. Bisakah diubah?
Tentu, jika Anda atau pasangan terganggu dengan bau cairan sperma (biasanya jika terbiasa seks oral), bau sperma sangat dipengaruhi oleh pola makan, gaya hidup, dan kebersihan. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, seperti:
- Mandi dua kali sehari dan selalu cuci penis Anda, dan bagian dalam kulup Anda jika tidak disunat
- Makanlah makanan yang sehat dengan banyak sayur dan buah
- Batasi konsumsi kafein dan alkohol
- Gunakan kondom saat berhubungan seksual, bila perlu.
- Jika ada bau yang sangat tidak nyaman atau tidak biasa, jangan takut untuk memeriksakan diri ke dokter.
(frp/fds)











































