Senin, 04 Nov 2019 06:00 WIB

Hati-hati Mencukur Rambut Miss V, Waspadai Risiko Ini

Nurul Khotimah - detikHealth
Ada risiko yang harus diwaspadai saat mencukur rambut kemaluan (Foto: thinkstock) Ada risiko yang harus diwaspadai saat mencukur rambut kemaluan (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pertumbuhan rambut kemaluan kadang jadi masalah kalau terlalu lebat. Membiarkan rambut pubis tumbuh panjang memang tak ada salahnya, tapi kalaupun mau dipangkas maka waspadai risikonya.

Setelah mencukur rambut kemaluan biasanya rambut-rambut yang dicukur masih terlihat. Sisa rambut cukuran biasanya tebal dan ketika tumbuh kembali ujungnya akan lebih tebal dibanding rambut baru. Pertumbuhan rambut yang seperti ini menyebabkan rambut kemaluan cenderung tumbuh ke dalam.

"Rambut menjadi tumbuh ke dalam ketika, setelah dibersihkan, kemudian tumbuh kembali, justru tumbuh ke samping dan keriting kembali ke kulit bagian bawah," kata Sejal Shah, MD, seorang ahli kulit di SmarterSkin Dermatology di New York City, dikutip dari Women's Health.



Tekstur rambut kemaluan yang tebal dan keriting memang dianggap wajar karena dapat melindungi kemaluan dari iritasi. Namun, rambut kemaluan yang tumbuh setelah dicukur biasanya akan tumbuh dengan ujung yang lebih tebal. Hal ini bisa saja menyebabkan iritasi atau gatal yang berpotensi infeksi.

Menurut Sejal Shah, semakin kasar dan keriting rambut kemaluan Anda , semakin besar kemungkinan Anda berada dalam kondisi rambut kemaluan yang tumbuh ke dalam.

Meski begitu, secara teknis segala jenis pencabutan rambut, entah itu waxing, sugaring, atau bercukur bisa menghasilkan rambut yang tumbuh ke dalam. Namun, yang paling berpotensi menumbuhkan rambut ke dalam adalah teknik mencukur rambut kemaluan.



Simak Video "Kisah Bocah India yang Tubuh dan Wajahnya Penuh Rambut"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)