Rabu, 04 Des 2019 08:34 WIB

Tren Perineum Sunning, Menjemur Alat Kelamin untuk Kepuasan Seksual

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi berjemur. (Foto: iStock) Ilustrasi berjemur. (Foto: iStock)
Jakarta - Dalam beberapa bulan belakangan, tren perawatan diri terbaru yang dinamakan butthole sunning mulai mendapat perhatian dari banyak kalangan, dimulai dari peran selebgram dan influencer di sosial media yang foto dan videonya menjadi viral.

Beberapa waktu lalu, postingan seorang wanita menjadi viral di Instagram setelah ia membagikan foto dirinya tanpa busana dan terlihat menjemur anusnya.

Adalah Meagan, influencer kebugaran, yang berasal dari California, mengatakan ritual ini disebut sebagai Perineum Sunning, yang ia lakukan agar bisa tidur lebih nyenyak, lebih berenergi, dan memiliki dorongan seks yang lebih besar.

Dalam foto itu, Meagan benar-benar berbaring tanpa sehelai benang pun dengan memegangi kakinya dan mengarahkannya langsung ke sinar matahari. "Saya tidak pernah merasa malu ketika melakukannya karena saya lebih suka telanjang kapan pun saya bisa," katanya dikutip dari Metro.co.uk


Pakar seks dan hubungan dari Inggris, Alila Grace, setuju bahwa perenium sunning dan 'yoni' (vagina) sunning memiliki banyak manfaat.

"Dengan mengekspos bagian tubuh kita yang paling gelap atau yang paling yin ke sinar matahari, kita membawa harmoni dan keseimbangan. Ini juga sangat menyegarkan dan merangsang energi seksual kita," sebut Alila.

Namun perlu diketahui, perineum adalah area kulit dan jaringan yang sangat tipis di antara vagina atau penis dan anus. Tidak boleh membiarkannya terkena sinar matahari tanpa perlindungan apapun.

Spesialis kulit dari Pusat Bedah Dermatologi, Kosmetik & Laser Mount Kisco David E. Bank, MD, kepada Health, mengatakan area ini sama seperti area lain yang membutuhkan perlindungan dari sinar matahari dan harusnya terlindungi oleh pakaian yang dikenakan.

"Ini sebenarnya berbahaya. Kulit bagian ini sangat sensitif. Seiring waktu, itu dapat mengakibatkan peningkatan risiko kanker kulit," tutup David.





Simak Video "Viral Cerita Karyawan Sakit Leher Menahun Karena Kelamaan Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)