Jumat, 06 Des 2019 05:26 WIB

Seks di Dalam Air Tak Disarankan, Hal-hal Ini Jadi Alasannya (2)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Bercinta di dalam air juga bisa meningkatkan risiko penularan infeksi. Foto ilustrasi: iStock Bercinta di dalam air juga bisa meningkatkan risiko penularan infeksi. Foto ilustrasi: iStock
Jakarta - Melakukan hubungan seksual di dalam air, seperti kolam renang atau bathtub terdengar lebih seru. Tapi, kenali deretan risiko kesehatan di baliknya.

Air meski terlihat seakan bersih juga bisa mengandung banyak bakteri di dalamnya. Bakteri ini bisa mengganggu keseimbangan kesehatan vaginamu dan juga meningkatkan risiko infeksi. Dikutip dari Women's Health, berikut adalah hal-hal lain yang bisa jadi alasan mengapa seks di dalam air tidak disarankan:


1. Risiko infeksi jamur

Banyak risiko infeksi yang bisa terjadi akibat banyaknya bakteri yang mungkin bisa terbawa oleh air dan juga klorin. Air dan klorin bisa mengiritasi vagina dan mengganggu keseimbangan pH. Terganggunya pH bisa meningkatkan risiko terkena infeksi jamur.

2. Risiko infeksi menular meningkat

Air mungkin terdengar menyegarkan dan terasa bersih, namun belum tentu bisa membuat Anda tercegah dari terkena infeksi menular seksual. Meskipun pasangan Anda menggunakan kondom sekalipun. Vagina bisa menjadi kering di dalam air karena air membasuh semua pelumas alami vagina dan berisiko menyebabkan robekan yang nantinya meningkatkan risiko Anda terkena infeksi menular seksual.

3. Bisa hamil?

Seks di dalam air tidak akan mencegahmu hamil, kecuali ejakulasi pria terjadi di luar vagina. Ejakulasi yang terjadi di dalam air tempat kamu melakukan hubungan seksual tidak akan membuatmu hamil dan hal tersebut mitos. Namun berhubungan seksual di dalam air juga bukan merupakan salah satu bentuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan.





Simak Video "Ramai Soal Reynhard Sinaga, Ini Ciri-ciri Predator Seks"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)