Rabu, 11 Des 2019 19:00 WIB

Kenali 4 Jenis Orgasme yang Bisa Dirasakan Pria

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi orgasme pada pria. (Foto: istock) Ilustrasi orgasme pada pria. (Foto: istock)
Jakarta - Orgasme pada pria ternyata tidak hanya merujuk pada ejakulasi yang terjadi saat bercinta. Dikutip dari Metro, sedikitnya ada 4 orgasme yang bisa dirasakan pria pada kondisi yang berbeda.

Apa pun jenisnya, orgasme pada pria tentunya hanya bisa diperoleh saat nyaman dengan diri dan/atau pasangannya. Berikut penjelasan terkait jenis orgasme yang terjadi pada pria yang dijelaskan oleh pakar seks, percintaan, dan bahasa tubuh Annabelle Knight.


1. Orgasme standar

Jenis orgasme ini terjadi saat pria mengalami ejakulasi ketika bercinta atau masturbasi. Orgasme ini mungkin menjadi yang paling dikenal pria dan wanita.

"Ejakulasi diawali ereksi saat pria terangsang secara fisik maupun psikologi. Ketika ereksi, darah mengalir ke jaringan seperti busa yang disebut corpora di sepanjang penis. Hal ini menyebabkan ukuran dan kekerasan penis bertambah," kata Knight.

Saat ereksi, testis ditarik ke arah tubuh seiring skrotum yang makin kencang. Selanjutnya, air mani masuk ke dalam urethra melalui kontraksi otot dasar pinggul dan jaringan prostat. Air mani kemudian keluar dari dalam penis yang dikenal sebagai ejakulasi.

2. Orgasme campuran

Orgasme ini terjadi pada pria yang merasakan kepuasaan bercinta saat beberapa bagian tubuhnya terangsang sekaligus. Misalnya saat pasangan menyentuh puting dan penis secara bersamaan, sehingga pria tidak tahu sentuhan di bagian mana yang memberikan sensasi orgasme.

"Tipe orgasme campuran atau whole body orgasm terjadi di tengah bercinta dalam fase cepat. Bisa juga saat bercinta dalam fase sangat lambat menuju intercourse. Jenis orgasme ini sangat bagus bagi yang ingin merangsang area sensitif pria atau erogenous zones," ujar Knight.

3. Orgasme berulang kali

Ada dua tipe jenis orgasme berulang atau multiple orgasm pada pria. Tipe pertama adalah pria yang butuh waktu hidrasi usai orgasme yang pertama sebelum kembali merasakannya. Pada kondisi ini, pria bisa saja orgasme tanpa melepaskan air mani. Tipe kedua adalah yang tak perlu waktu jeda untuk hidrasi.

"Waktu jeda sekitar 30 menit untuk istirahat di sela orgasme dikenal sebagai refractory period. Waktu recovery post orgasm ini makin lama seiring peningkatan usia. Selama istirahat pria bisa merasakan efek ekstra oksitosin yang diproduksi saat berhubungan seks. Hormon ini menimbulkan rasa bahagia dan mood yang baik," kata Knight.

4. Orgasme dari mimpi basah

Mimpi basah tidak terjadi hanya saat pria memasuki fase puber di usia remaja. Pria dewasa bisa juga mengalami mimpi basah yang kontennya tidak harus seputar hal seksual. Karena itu, jangan heran jika pria bangun dengan rasa tidak nyaman setelah bermimpi saat tidur.



Simak Video "Ramai Soal Reynhard Sinaga, Ini Ciri-ciri Predator Seks"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)