Sabtu, 14 Des 2019 19:00 WIB

Ukuran Mr P Jadi Hal Penting Saat Seks? 5 Mitos Ini Perlu Kamu Ketahui

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Beberapa mitos terkait seks, salah satunya ukuran penis pria. Foto: iStock Beberapa mitos terkait seks, salah satunya ukuran penis pria. Foto: iStock
Jakarta - Saat membahas yang berbau soal seks, pasti setiap orang memiliki pendapat yang berdasarkan dari pengalaman pribadinya. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari ukuran penis pria, orgasme jadi tujuan utama seks, atau dorongan seks pria yang lebih besar dari wanita.

Untuk mengetahui kebenaran dari berbagai hal tersebut, beberapa ahli telah menelitinya. Berbagai mitos yang belum diketahui kebenarannya diungkap secara jelas oleh ahlinya.

Dikutip dari HuffingPost, berikut 5 mitos tentang seks yang perlu kamu dan pasangan ketahui.


1. Mitos : Ukuran penis pria yang terpenting saat berhubungan

Setiap pria memiliki variasi ukuran dan bentuk penis yang berbeda-beda. Ada yang bentuknya sempurna, terlalu besar, bahkan terlalu kecil. Menurut salah satu seksolog klinis, Sunny Rodgers ukuran bukanlah hal yang terpenting, tapi masih ada hal lain yang lebih penting.

"Bukan masalah ukurannya, tapi teknik, posisi, dan alat bantu tambahan lah yang bisa membuat pasangan kamu bisa lebih puas dalam berhubungan seks. Dan beberapa hal itu menurut saya lebih relevan untuk dijadikan patokan kepuasan seksual," kata Rodgers.

2. Mitos : Dorongan seks pada pria lebih besar daripada wanita

Banyak yang mengatakan, keinginan atau dorongan seks pada pria jauh lebih besar dari wanita. Rodgers mengatakan, hal ini adalah pemikiran yang salah. Berdasarkan serangkaian penelitian pada tahun 2016, justru wanita yang lebih besar dorongannya dalam melakukan hubungan seksual.

Rodgers menjelaskan, dorongan seks bisa dialami oleh pria maupun wanita. Ini karena otak adalah organ seksual yang lebih kuat perannya daripada organ genitalnya.

"Pria terlihat memiliki dorongan yang lebih besar hanya karena mereka cenderung sering memikirkan hal yang berbau seks. Tapi, itu tidak bisa menjadi ukuran kalau dorongan seksual pria lebih besar, itu asumsi yang tidak selalu benar," ujarnya.

3. Mitos : Wanita hanya bisa orgasme saat penetrasi saja

Sebuah studi pada tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Sex, menunjukkan bahwa 18 persen wanita sudah bisa mendapatkan orgasme dengan berhubungan seks atau saat penetrasi saja. Tapi hal ini dibantah oleh Sunny Rodgers.

"Adanya temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas wanita hanya bisa mendapatkan orgasmenya saat melakukan penetrasi dengan pasangannya, tapi nyatanya tidak seperti itu. Kebanyakan wanita juga membutuhkan rangsangan pada beberapa bagian, seperti klitoris yang bisa membawa mereka ke orgasme yang sebenarnya," tuturnya.

Menurut Rodgers, para wanita juga membutuhkan stimulasi tambahan selama penetrasi berjalan. Hal ini untuk memastikan kamu ataupun pasangan mendapat kepuasan yang sama.

4. Tujuan utama seks adalah mendapatkan orgasme

Kebanyakan orang beranggapan kalau orgasme menjadi tujuan utama dalam berhubungan seks. Namun, seorang peneliti seks sekaligus terapis hubungan, Sarah Hunter Murray mengatakan jika terlalu fokus agar pasangan mendapatkan orgasme malah akan membuat keduanya frustasi dalam berhubungan seks.

"Ini (orgasme) hanya bagian dari perjalanan dan bukanlah tujuan. Terlalu fokus untuk mendapatkan orgasme saja dalam berhubungan seks, malah akan membuat kamu kehilangan sensasi, kesenangan, momen bercumbu, sentuhan lembut, hingga perasaan yang dekat dengan pasangan," jelasnya.

Murray melanjutkan, jika kamu hanya terfokus pada orgasme saja, pasti hubungan seks akan berjalan kurang baik. Cobalah untuk menikmatinya.

5. Mitos : Pura-pura orgasme? Nggak masalah

Berpura-pura sudah mendapatkan orgasme adalah hal yang buruk. Seperti pepatah, berbohong demi kebaikan itu tidak berlaku dalam hal seks. Menurut Murray, orgasme yang menjadi tanda-tanda dari rasa senang dan puas pasangan tidak bisa dipalsukan.

"Orgasme, erangan, kepuasan adalah isyarat yang penting dari kita untuk pasangan dalam berhubungan. Tapi jika seks yang dilakukan tidak enak dan kamu tetap berpura-pura menikmatinya dengan orgasme palsu, pasangan akan terus melakukan hal yang sama. Padahal sebenarnya kamu tidak puas," jelasnya.

Agar sama-sama terpuaskan, cobalah untuk jujur pada pasangan kamu.


Simak Video "Ramai Soal Reynhard Sinaga, Ini Ciri-ciri Predator Seks"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)