Senin, 16 Des 2019 19:00 WIB

6 Alasan Miss V Terasa Super Gatal, Bukan Karena Seks (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi vagina gatal. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Miss V terasa gatal bukanlah hal bisa diabaikan, karena bisa mengganggu dan menurunkan hasrat seksualmu. Selain itu, bisa juga menjadi salah satu tanda adanya penyakit yang mengintai.

Dikutip dari Mind Body Green, berikut adalah hal-hal yang bisa menyebabkan vagina terasa gatal dan sangat mengganggu, dari yang paling ringan sampai yang berat:



1. Bacterial vaginosis

Bacterial vaginosis (BV) merupakan kondisi umum terjadi akibat terlalu banyaknya bakteri dan ketidakseimbangan pH di vagina. Gatal mungkin memang bukan gejala utamanya, karena biasanya lebih ditandai dengan adanya cairan berbau dan iritasi yang bisa menyebabkan gatal. Anda bisa menanganinya dengan obat-obatan khusus, atau periksakan diri ke dokter.

2. Eksim atau psoriasis

Kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis bisa terjadi karena adanya masalah autoimun atau alergi. Eksim kerap muncul di tekukan lengan, di lipatan-lipatan, daerah selangkangan, di bibir vagina, dan psoriasis juga bisa muncul di vagina. Kebanyakan pengidap kedua penyakit ini bisa ditangani meski terasa nyeri dan gatal pada ruam-ruam merahnya.

3. Dermatitis kontak

Sabun, deterjen, bahan celana dalam baru, hampir semua produk yang baru yang berkontak dengan vagina bisa menyebabkan gatal dan iritasi. Jika Anda mengalami dua hal tersebut, mungkin Anda perlu memikirkan ulang soal barang baru yang baru saja Anda gunakan, terutama apabila mengandung parfum atau zat kimia tambahan. Berhenti menggunakan barang tersebut dan Anda bisa menanganinya dengan garam epsom atau krim khusus yang diaplikasikan di kulit luar. Jika masih belum hilang, periksakan diri ke dokter.

4. Infeksi jamur

Infeksi jamur atau ragi di vagina disebabkan oleh tumbuhnya jamur Candida yang berlebihan biasanya ditandai dengan rasa gatal yang amat sangat, disertai dengan cairan seperti keju cottage, kemerahan di area labia dan vulva. Namun tak semua gatal selalu berkaitan dengan infeksi ini. Periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala tersebut.

5. Penyakit menular seksual

Tidak semua penyakit menular seksual ditandai dengan rasa gatal, namun memang bisa menjadi tanda utama yang muncul apabila ada sesuatu yang salah. Setelah rasa gatal, biasanya akan menjadi rasa seakan terbakar, nyeri saat kencing, cairan berbau, luka di kulit kelamin, atau seks yang nyeri. Segeralah ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan.

6. Kutu rambut

Membayangkan adanya kutu berjalan-jalan di area vagina merupakan hal yang seakan mimpi buruk. Namun kutu rambut pubis memang benar adanya dan bisa menyebabkan rasa gatal yang amat sangat. Ada dua alasan yang menyebabkannya, yakni gigitan dari kutu atau telur yang berada di kulitmu dan bisa menyebabkan iritasi. Bukan seks yang hanya bisa menyebabkan penularan kutu rambut pubis, namun dari seprai hotel yang kotor, atau meminjam celana dalam. Kutu ini bisa ditangani dengan krim khusus, namun lebih baik gunakan kondom saat berhubungan seksual, jika bepergian ke hotel perhatikan kebersihannya, dan, jangan sekali-kali berpinjam-pinjam celana dalam meski bersih sekalipun.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)