Minggu, 22 Des 2019 19:03 WIB

Peegasm, Trik Orgasme Wanita dengan Menahan Pipis yang Ternyata Berbahaya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Peegasm bisa jadi trik untuk memicu orgasme pada wanita namun berbahaya. Foto: iStock
Jakarta - Akhir-akhir ini istilah 'peegasm' mulai banyak dikenal. Peegasm sendiri merupakan suatu istilah yang menggambarkan kenikmatan setelah menahan buang air kecil atau pipis dalam waktu yang cukup lama.

Peegasm ini kerap dijadikan suatu trik bagi wanita Eropa dan Amerika untuk mendapatkan orgasmenya. Banyak wanita yang mengaku dengan menahan pipis bisa memicu orgasme.

Tidak dapat disangkal bahwa ada beberapa hubungan dengan kenikmatan seksual. Beberapa survey mengatakan bahwa sejumlah wanita melaporkan mengalami sleep orgasm (orgasme saat tidur) ketika kandung kemihnya penuh.

"Kandung kemih penuh saat tertidur akan menstimulasi sedikit saraf panggul yang membuatmu lebih mungkin memiliki mimpi seks yang dapat memicu orgasme saat tertidur," ungkap Dokter spesialis kandungan dari Royal College of Obstetricians and Gynecologists di Australia, Charlotte Elder.



Sayangnya, peegasm bisa berdampak bahaya bagi kesehatan. Elder mengatakan bahwa peegasm bisa menyebabkan kerusakan kandung kemih.

"Kandung kemih harus diperlakukan dengan baik. Penting untuk ke toilet saat kamu harus pergi, bukan saat sudah penuh sekali," ujarnya dikutip dari New York Post.

Elder menjelaskan bahwa jika kita menunda pergi ke toilet itu bisa meregangkan kandung kemih. Hal ini tidak boleh dianggap remeh, karena jika terjadi cedera, kandung kemih butuh bertahun-tahun untuk pulih, bahkan beberapa kasus kerusakan tidak bisa diperbaiki.

"Jika kamu memaksakan pipis ketika tidak perlu pergi ke toilet, kamu dapat mengurangi kapasitas kandung kemih untuk menahan urine," jelas Elder.

Konsekuensi lain yang lebih parah dari peegasm terlalu sering bisa menyebabkan infeksi saluran kemih karena ada kemungkinan bakteri berbahaya berkembang biak di sana.



Simak Video "Tips Agar Tetap Sehat di Musim Hujan"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)