Senin, 30 Des 2019 21:00 WIB

Apa Bedanya Bercinta dengan Penis yang Disunat Vs Tidak? Ini Kata Ahli

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Penis disunat vs tidak disunat kerap jadi perdebatan. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Perdebatan soal penis pria yang disunat dan tidak selalu menjadi obrolan panas di atas isu kesehatan seksual. Termasuk perbedaan keduanya saat berhubungan intim.

Dikutip dari Shape, berikut beberapa perbedaan bercinta dengan penis yang disunat atau tidak:


1. Sensitivitas

Menurut riset kulup penis merupakan kulit dengan neuro reseptor yang bisa bereaksi pada sentuhan kecil saja. Faktanya sebuah studi dari Michigan State University menemukan bahwa bekas luka sunatan adalah bagian paling sensitif dari penis pria yang disunat.

"Setelah disunat, penis harus melindungi diri sendiri, seperti kaki yang menumbuhkan kulit tebal (kapalan), namun lebih kecil. Ini artinya ujung saraf akan lebih jauh dari permukaan dan (penis) akan menjadi tidak terlalu responsif," tutur Darius Paduch, MD, PhD, urolog dan spesialis seksual pria di NewYork-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center.

Sunat sendiri tidak mempengaruhi dorongan atau fungsi seksual seorang pria. Studi dari Denmark menemukan bahwa peluang pria untuk mengalami ejakulasi dini atau masalah ereksi tidak dipengaruhi oleh status sunat mereka.

2. Kepuasan wanita

Mungkin pria yang tidak disunat memiliki keuntungan lebih soal sensitivitas dan kepuasan. Namun jika dibandingkan dari perspektif wanita, kondisi pria yang disunat bisa sangat mempengaruhi kepuasan mereka.

Studi dari Denmark menemukan bahwa wanita dengan pasangan yang disunat dua kali lebih mungkin melaporkan ketidakpuasan saat seks ketimbang wanita dengan suami yang disunat. Akan tetapi ada juga studi lain yang menunjukkan lainnya.

"Memang benar bahwa ketika kulit kulup pria yang tidak disunat tertarik, bisa jadi berkumpul di sekitar pangkal penisnya, memberikan sedikit gesekan ekstra terhadap klitoris Anda. Ini akan memainkan peran (dalam kepuasan) bagi wanita yang memiliki pola rangsangan klitoris," kata dr Paduch.

3. Nyeri yang dirasakan wanita

Kepuasan mungkin didebatkan, namun ternyata wanita dengan pasangan yang disunat juga tiga kali lebih mungkin mengalami nyeri seksual ketimbang wanita yang memiliki pasangan tak disunat.

"Penis yang tidak disunat terasa lembut, sehingga bagi wanita yang tidak terpelumasi dengan benar, mereka akan memiliki rasa ketidaknyamanan lebih sedikit saat seks dengan pria yang tidak disunat," kata dr Paduch.

Ia menambahkan bahwa pria yang tidak disunat membutuhkan pelumas yang lebih sedikit saat seks dan masturbasi karena penis mereka lebih licin secara alamiah.

4. Kebersihan

Sama seperti sulitnya wanita menjaga vagina agar tetap bersih dengan tumpukan-tumpukan vulva, cukup sulit menjaga penis tak disunat 100 persen bersih. dr Paduch menyebut walau banyak pria tak disunat membersihkan penis dengan baik, hal ini masih benar-benar jadi pekerjaan berat untuk mereka.

Beberapa wanita merasa lebih 'bersih' dengan pria yang disunat. Faktanya, wanita yang mengalami dorongan kepuasan setelah pasangannya disunat sering menyebut faktor kebersihan. Dengan kata lain mereka menikmati seks karena mereka tak lagi berpikir soal kebersiihan, bukan karena adanya perubahan anatomi.

5. Risiko infeksi

Bersamaan dengan faktor kebersihan, saat seorang pria tak disunat, kelembaban bisa terjebak di antara penis dan kulup menyebabkan kondisi yang ideal bagi bakteri untuk bertumbuh. Wanita lebih rentan terinfeksi bacterial vaginosis, jamur, infeksi saluran kencing, dan infeksi menular seksual.



Simak Video "Tahukah Kamu Laki-laki Juga Punya Masa Subur?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)